Ia adalah Jose Mujica,
Pemimpin negara
berkembang umumnya memiliki sifat korup dan bekerja tidak sepenuh hati
memperbaiki kondisi warganya. Tapi gambaran ini tidak berlaku untuk Presiden Uruguay, José Mujica.
Ia menyumbangkan 90% gaji bulanannya (120 juta
rupiah) untuk kepentingan warga miskin dan usaha kecil.
Ia memilih hidup sederhana di rumah dan lahan
pertaniannya yang kecil.
Istrinya meskipun anggota senat, masih menanam
bunga untuk dijual ke pasar setempat.
Ketika diwawancarai setelah terpilih sebagai
presiden, ia hanya memiliki uang tunai sedikit, tidak pernah memiliki rekening
bank terlebih kartu kredit.
Kendaraannya hanya sebuah VW Beetle tua.
Orang-orang menyebutnya sebagai presiden termiskin
di dunia saat ini. Tapi ia berkata, “Saya tidak merasa miskin. Orang miskin
adalah mereka yang bekerja hanya untuk menjaga gaya hidup mewahnya dan selalu
ingin lebih dan lebih.”
Karier Politik Jose Mujica
Jose Alberto Mujica
Cordano, demikian nama lengkapnya, menjadi Presiden Uruguay sejak tahun 2010.
Sebelumnya, mantan gerilyawan sayap kiri ini menjadi Menteri Pertanian,
Peternakan dan Perikanan dari tahun 2005-2008, kemudian menjadi Senator.
Gaya hidup
sederhananya menjadi sorotan dan perhatian dunia. Gaji Mujica sebagai presiden
per bulan adalah US$ 12 ribu atau Rp 116 juta. Mujica mengambilnya, namun
menyumbangkan 90-an persen penghasilannya untuk beramal kepada warga yang
miskin dan membutuhkan. Mujica hanya menyisakan US$ 800 atau Rp 7,7 juta
gajinya, nyaris seperti rata-rata pendapatan per kapita Uruguay, US$ 775 atau
Rp 7,5 juta, demikian dilansir dari New York Times dan BBC.
Nah, gaya hidup
seperti apa yang Mujica lakoni dari gaji yang disisakan 'hanya' US$ 800 per
bulan di Uruguay?
Mujica tinggal di
rumah peternakan milik istrinya di pinggiran Montevideo. Alih-alih seperti
Istana, rumah peternakan ini bisa dibilang bertipe 'RSS' alias rumah
sangat-sangat sederhana. Cucian tampak tergantung di luar rumahnya, tampak
sumur di halaman rumahnya yang ditumbuhi rumput liar. Dari sumur itu sumber air
rumah tangga Mujica terpenuhi.
Jangan bayangkan
pula ada sekompi Paspampres berjaga ketat. Rumah Mujica hanya dijaga 2 orang
polisi serta beberapa anjing milik Mujica, salah satunya Manuela yang berkaki
tiga. Jangan bayangkan pula ada kepala pelayan atau kepala rumah tangga yang
bisa melayani dan memasak apa saja seperti layaknya rumah kepala negara.
Mujica dan istrinya
bekerja sendiri memenuhi kebutuhan mereka. Termasuk menggarap tanah pertanian
mereka dengan bercocok tanam bunga krisan untuk dijual. Maklum, profesi asli
Mujica adalah petani
Pada tahun 2010, saat
menjadi presiden, Mujica wajib melaporkan harta kekayaannya, semacam Laporan
Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) di Indonesia. Ternyata, diketahui
kekayaannya berjumlah US$ 1.800 atau Rp 17,4 juta, itu pun 'hanya' nilai dari
mobil VW Kodok lawas tahun 1987 miliknya.
Tahun 2012, Mujica
menambahkan aset-aset milik istrinya, Lucia Topolansky, yang juga mantan
gerilyawati yang sekarang menjadi Senator. Penambahan aset itu berupa tanah,
traktor dan rumah hingga kekayaannya menjadi US$ 215 ribu atau Rp 208 juta.
Kekayaan ini hanya
dua per tiga dari kekayaan wakilnya Danilo Astori dan sepertiga kekayaan
presiden sebelumnya Tabare Vasquez.
"Saya mungkin
terlihat sebagai manusia tua yang eksentrik. Namun ini adalah pilihan bebas.
Saya telah hidup seperti ini di sebagian besar hidup saya. Saya bisa hidup
dengan baik dengan apa yang sudah saya punya," kata Mujica seperti
dilansir dari BBC.
Saat menjadi
gerilyawan, Mujica memang akrab dengan lingkungan yang keras, tertembak 6 kali
dan dipenjara 14 tahun. Sebagai tahanan politik, dia kemudian dibebaskan pada
1985. Tempaan hidup yang keras ini membantu membentuk pandangan dan cara
hidupnya.
"Saya dijuluki
'presiden termiskin', tapi saya tidak merasa miskin. Orang miskin itu adalah
mereka yang hanya bekerja untuk memenuhi gaya hidup yang mahal, dan selalu
ingin lebih dan lebih. Ini hanyalah masalah kebebasan, jika Anda tak memiliki
banyak keinginan, Anda tak perlu bekerja seumur hidup seperti budak untuk
memenuhinya. Dan dengan begitu Anda memiliki lebih banyak waktu untuk diri
sendiri," tutur Mujica.
Mujica juga seorang
vegetarian, dan dia sangat mendukung kebijakan penggunaan energi terbarukan
seperti tenaga angin dan biomassa. Namun ada juga kebijakannya yang
kontroversial seperti legalisasi ganja dan aborsi.
Di balik
kebijakannya yang kontroversial itu, sekali lagi Mujica menegaskan bahwa gaya hidup
seperti ini adalah pilihan hidupnya. "Ini adalah suatu pilihan
bebas," tutur pria kelahiran 20 Mei 1935 ini.
Hal positif lain yang patut
diacungi jempol di masa kepemimpinan Mujica adalah tingkat korupsi yang paling
sedikit di antara negara di benua Amerika Selatan. Pria yang merupakan mantan
pejuang gerilya ini sama sekali tidak memiliki rekening bank ataupun utang.
Meski begitu ia mengaku memiliki satu hal berharga yang tidak bisa dibeli oleh
uang, yaitu anjingnya, Manuela. Di bawah kepemimpinannya, Uruguay
mendapat julukan sebagai negara dengan tingkat korupsi paling kecil.
Diketahui, Jose Mujica bukanlah presiden
pertama yang menyumbangkan gajinya. Presiden AS John F. Kennedy, menyumbangkan
gajinya, hal serupa juga dilakukan Presiden Herbert Hoover. Selayaknya hal ini
patut di contoh bagi para pemimpin di dalam negeri kita. Pemimpin yang
benar-benar mengabdikan diri dan kekayaannya untuk rakyat. Bukan hanya untuk
kekuasaan dan harta.
Bekas pemberontak
Apa
penyebab Mujica begitu miskin? Ternyata, selama 1960-an sampai 1970-an, dia
adalah anggota pemberontak Tupamaros, kelompok bersenjata berhaluan kiri yang
terinspirasi revolusi Kuba. Dia pernah enam kali tertembak dan mendekam 14
tahun di penjara. Sebagian besar masa penahanannya dilalui dalam kondisi
yang sangat buruk dan dalam sel isolasi. Namun, masa-masa dia dalam penjara
itulah yang menurut Mujica membentuk kepribadian dan pandangan hidupnya.
"Saya
disebut presiden termiskin di dunia, tetapi saya tak merasa miskin. Orang
miskin adalah mereka yang bekerja hanya untuk menjaga gaya hidup mewahnya dan
selalu menginginkan lebih," ujarnya berfilosofi.
"Ini
adalah masalah kebebasan. Jika Anda tak memiliki banyak barang maka Anda tak
perlu bekerja keras untuk mempertahankannya dan bekerja seumur hidup layaknya
budak. Dengan cara seperti ini, Anda memiliki lebih banyak waktu untuk diri
sendiri," tambah dia.
"Banyak
yang mengatakan saya orang tua gila atau eksentrik, tapi ini adalah masalah
pilihan," lanjut dia.
Meski
banyak mengundang pujian, tetap saja banyak yang mengkritik. Kelompok oposisi
mengatakan, pemerintahan Mujica tak bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat dan
memperbaiki pelayanan publik, khususnya kesehatan dan pendidikan. Akibatnya,
popularitas Mujica menurun hingga 50 persen saat ini.
Namun,
Mujica tak perlu khawatir soal popularitas. Undang-undang Uruguay membatasi
masa jabatan presiden hanya satu kali. Itu berarti, pada 2014 mendatang Mujica
akan pensiun dan menghabiskan waktunya menanam bunga ditemani istrinya dan
Manuela, si anjing berkaki tiga.
Foto-Foto Jose Mujica yang tidak memperlihatkan bahwa dia adalah seorang presiden

Jose Mujia di daerah tempat tinggalnya

Ini Presiden atau ???

Jose Mujica dengan mobilnya yang sangat sederhana

Jose Mujica di istana kecilnya

Jose Mujica ketika bertani
Referensi : - Strawberry
- Detik.com
- www.anehdidunia.com
- Kompas/Internasional