Jokowi oh Jokowi, namamu semakin melambung seiring
semakin rindunya rakyat Indonesia akan "THE REAL LEADER". Cara Jokowi
memimpin dikenal berbeda dengan rata-rata pemimpin di Indonesia, stylenya yang
sederhana,ramah,murah senyum, dan hobi blusukan ini memang di gadang-gadang
akan menjadi RI 1 alias presiden Indonesia entah pada tahun 2014 atau menunggu
sampai tahun 2018. Dan semakin santernya berita Jokowi akan menjadi RI 1
membuat para elite politik di negeri ini kalang kabut, mereka merasa terancam akan
kehadiran Jokowi lantas mereka pun melakukan strategi agar citra jokowi anjlok,
mulai dari tuduhan korupsi saat menjabat walikota solo sampai yang baru-baru
ini dituduh menghamburkan anggaran sebesar Rp 26.670.450.000 hanya untuk
blusukan.
Tapi walaupun serangan politik bertubi-tubi menyerang,
elektabilitas manta walikota Solo ini masih tak tergoyahkan. Dari berbagai
survei menjelang Pilpres 2014 Jokowi selalu berada di urutan pertama.
Seandainya saja Jokowi menjadi mencalon menjadi Capres
pada Pilpres 2014 nanti apakah Jokowi mampu mengubah segudang masalah yang ada
di Indonesia ?
Mungkin bisa iya, mungkin juga tidak. Soal kinerja Jokowi tidak diragukan lagi,
kesuksesanya dimulai ketika mampu mengubah wajah kota Solo yang semula semrawut
menjadi kota yang tertata dengan rapi, bahkan pada tahun 2012 lalu Lelaki
penyuka musik metal ini meraih predikat Walikota Terbaik Dunia ke-3. Tapi menurut
saya Jokowi harus menyelesaikan satu Test lagi agar memantapkan posisinya
menjadi capres, yaitu menyelesaikan segala permasalahan yang ada di
Jakarta.
Tapi semakin gencarnya elite politik di Indonesia
menyerang Jokowi, Terselip satu pertanyaan yang mengganggu pikiran saya..
Apakah Jokowi akan senasib dengan Munir ?
mungkin pertanyaan tersebut sedikit membingungkan, apa kaitanya Jokowi dengan
Munir..
saya akan mencoba menjawabnya, hubungannya antara Jokowi dan Munir adalah
Jokowi dan Munir sama-sama orang jujur, sama-sama penentang elite-elite politik
yang bajingan, sama-sama dibenci elite-elite politik yang bajingan, sama-sama
berani dalam membuka sandiwara pemerintah, sama-sama dicintai rakyat,
sama-sama revolusioner. tapi apakah nasib Jokowi sama seperti Munir yang
DIBUNUH oleh elit-elite politik yang tidak menginginkan kehadiranya.

Coba kita flashback kebelakang tentang Munir. Munir
adalah aktivis HAM yang berjuang melakukan advokasi terhadap para aktifis
yang menjadi korban penculikan rejim penguasa Soeharto. Perjuangan Munir
tentunya tak luput dari berbagai teror berupa ancaman kekerasan dan pembunuhan
terhadap diri dan keluarganya. Usai kepengurusannya di KontraS, Munir ikut
mendirikan Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia, Imparsial, di mana ia
menjabat sebagai Direktur Eksekutif.
Saat menjabat Koordinator KontraS namanya melambung sebagai seorang pejuang bagi
orang-orang hilang yang diculik pada masa itu. Ketika itu dia membela para
aktifis yang menjadi korban penculikan Tim Mawar dari Kopassus yang dipimpin
oleh Prabowo Subianto (Ketum GERINDRA). Setelah Suharto jatuh, penculikan itu
menjadi alasan pencopotan Danjen Kopassus (waktu itu) Prabowo Subianto dan
diadilinya para anggota Tim Mawar.
Atas perjuangannya yang tak kenal lelah, dia pun memperoleh The Right
Livelihood Award di Swedia (2000), sebuah penghargaan prestisius yang disebut
sebagai Nobel alternatif dari Yayasan The Right Livelihood Award Jacob von
Uexkull, Stockholm, Swedia di bidang pemajuan HAM dan Kontrol Sipil terhadap
Militer di Indonesia. Sebelumnya, Majalah Asiaweek (Oktober 1999) menobatkannya
menjadi salah seorang dari 20 pemimpin politik muda Asia pada milenium baru dan
Man of The Year versi majalah Ummat (1998). Namun kiprahnya berakhir ketika
Munir hendak melanjutkan studi S2 bidang hukum humaniter di Belanda,
belum sampai ke tujuan Munir sudah tiada, berbagai rumor mengatakan munir diracun.
Dan sampai sekarang kasus kematian Munir belum selesai
Kita kembali lagi ke pertanyaan saya tadi, apakah
nasib Jokowi akan sama seperti Munir yang Dibunuh eliti-elit politik yang tidak
menginginkan kehadiranya...? Semoga saja tidak !
salam lontong, jangan lupa comentnya
»» READMORE...