Jumat, 25 Juli 2014

PSSI, Apa Salah Timnas U-19?












Republik.co.id. Kabar yang datang pada Kamis (24/7) siang kemarin ibarat petir di siang bolong bagi Timnas U-19. Bagaimana tidak? PSSI tiba-tiba membatalkan rencana tur Evan Dimas dkk ke  Spanyol, salah satu dari program jangka panjang Indra Sjafri dan tim pelatih skuat Garuda Jaya.

Sebagai gantinya, PSSI memilih mengirimkan Timnas U-19 ke turnamen Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) di Brunei Darussalam. Adapun tur Spanyol tetap dilaksanakan namun yang akan menjadi wakil Indonesia adalah Timnas U-21 pimpinan Ruddy Keltjes.

PSSI beralasan, turnamen di Brunei akan lebih bermanfaat bagi Timnas U-19. Sesuai cara berpikir 'orang-orang pintar' di tubuh komite eksekutif PSSI, keberadaan sejumlah tim ASEAN seperti Myanmar, Vietnam, dan Thailand pada turnamen itu akan lebih menguntungkan baik secara teknis maupun non teknis untuk skuat Indra Sjafri. 

Padahal, sejatinya Timnas U-19 akan menghadapi tim-tim kuat Spanyol pada turnamen COTIF yang digelar di Valencia, sebut saja tim junior Barcelona, tim junior Valencia, serta Timnas U-20 dari Brasil, Argentina, Ekuador, dan Cina.

Keputusan PSSI yang menyiratkan lawan-lawan tersebut tidak menguntungkan untuk Timnas U-19 tentu layak dipertanyakan. Secara kasat mata saja, kekuatan tim-tim yang berlaga di Spanyol nanti jauh lebih mumpuni ketimbang lawan-lawan yang akan ditemui Evan Dimas dkk di Brunei. Apalagi berhadapan dengan tim-tim seperti Myanmar, Vietnam, dan Thailand sudah pernah dirasakan skuat Indra Sjafri baik di ajang Piala AFF maupun di laga uji coba sebelumnya.

PSSI bisa dibilang sudah secara sengaja mengubur kesempatan Timnas U-19 untuk menimba ilmu di Spanyol. Tidak cukup menyakitkan, bahkan PSSI kemudian menggantikan mereka dengan Timnas U-21 yang notabene belum memiki prestasi apapun. Perlakuan tersebut benar-benar di luar akal sehat.

Padahal bila menilik ke belakang, usai Timnas U-19 menjuarai Piala AFF U-19 dan lolos ke kualifikasi Piala Asia Oktober 2013 lalu, saat itu PSSI lewat Badan Tim Nasional (BTN) berjanji akan memberi kepercayaan penuh kepada Indra Sjafri untuk menyusun program jangka panjang untuk anak-anak asuhnya. Target yang ingin dicapai jelas, yakni lolos ke putaran final Piala Dunia U-20 tahun 2015 di Selandia Baru.

Akan tetapi yang kini dilakukan PSSI justru seperti menjilat ludah sendiri. Tur Eropa, tur Timnas U-19 yang telah dinanti-nanti masyarakat pecinta sepak bola di tanah air, malah diberikan kepada 'timnas' yang lain. PSSI secara terang-terangan telah mengintervensi program jangka panjang yang telah dibuat Indra Sjafri dan tim pelatih Timnas U-19.
Apa salah Timnas U-19? Bahkan Timnas U-23 yang hanya mencapai final SEA Games yang lalu saja bisa melakoni tur ke Italia melawan tim-tim kuat di sana. Apakah prestasi merengkuh gelar pertama dalam 22 tahun dianggap kurang membanggakan? Apakah prestasi lolos ke Piala Asia, yang tak bisa dicapai tim-tim usia muda sebelumnya, dianggap keberuntungan semata?

Apa salah Timnas U-19? Saat Wakil Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti, melarang Evan Dimas dkk menjadi bintang iklan di televisi, para pemain belia itu mematuhinya. Saat sang ketua BTN itu juga melarang Indra Sjafri menghadiri acara-acara di luar urusan Timnas U-19, ia dan staf-stafnya pun menyanggupinya. 

Kini, di saat Timnas U-19 ingin menunaikan 'kewajibannya' malah kesempatan emas tersebut diberikan kepada tim antah-berantah yang terkesan diada-adakan. Apalagi ini namanya kalau bukan air susu dibalas dengan air tuba?

Apalagi beredar kabar yang menyatakan bahwa ongkos pertandingan-pertandingan yang dilakoni Timnas U-19 selama tur nusantara jilid dua belum sampai ke kantong para pemain dan pelatih. Wallahualam. Akan tetapi jika hal itu benar, maka apa lagi istilah yang pantas disematkan ke PSSI kalau bukan sebuah kezaliman.
Semoga saja PSSI segera bertaubat dan mengevaluasi dirinya sendiri, untuk yang kesekian kali. Karena jika timnas yang saat ini sedang mereka zalimi ini sampai lolos ke Piala Dunia U-20, maka sama seperti kejadian pascafinal Piala AFF 2013, publik akan kembali mengatakan: 'Itu Bukan Jasa PSSI'.
sumber : republika.co.id


mungkin butuh 100 tahun lagi untuk Indonesia bisa masuk piala dunia, karena PSSI telah menghancurkan generasi harapan sepakbola Indonesia demi kepentingan pribadi/kelompok


Tapi kami pecinta sepakbola tidak muluk2 ingin masuk piala dunia, yang kami inginkan sekarang adalah pengurus sepakbola yang bersungguh-sungguh ingin memperbaiki dan mengembalikan kejayaan sepakbola Indonesia bukan pengurus dari politik, bukan pengurus yang hanya mencari uang di sepakbola, bukan pengurus yang mementingkan kepentingan pribadi / politik ataupun kelompok.


R.I..P SEPAKBOLA INDONESIA
»»  READMORE...

Rabu, 16 Juli 2014

10 Bek Terhebat Sepanjang Masa


Bek atau pemain belakang adalah posisi yang sangat vital dalam dunia sepak bola, merekalah benteng pertahanan yang harus menjaga daerah pertahanan agar para striker  lawan tidak dapat membobol pertahanan mereka dan kemudian mencetak gol.

Bagi banyak orang , Bek-bek terbaik berasal dari italia, hal ini mungkin karna gaya permainan sepakbola italia memang mengandalakan pertahanannya. tapi ternyata tidak semua  bek-bek terbaik di dunia berada di Italia,

Berikut adalah daftar 10 bek terbaik di Dunia sepanjang masa yang didasarkan pada  prestasi dan skill rata-rata pemain selama masa bermain :

10 Daniel Passarella (Argentina)
Inilah pemain serba bisa dari Argentina. Jago bertahan maupun menyerang, dan membantu terciptanya peluang bagi rekan setimnya, sekaligus menyapu bersih usaha lawan-lawannya. 

Ia juga dikenal efektif dalam eksekusi penalti dan tendangan bebas. Dengan 134 gol dalam 451 pertandingan, ia pernah mencetak rekor sebagai bek paling haus gol sepanjang masa. Meski demikian, rekor yang sama di Serie A Italia masih menjadi miliknya hingga saat ini.Ia sering dibandingkan dengan Beckenbauer.

Prestasinya yang paling menonjol adalah dua kali juara dunia bersama Argentina, yaitu pada 1978 dan 1986. Ia juga memenangkan Liga Utama Argentina selama empat kali bersama 
River Plate.

9. Giacinto Facchetti (Italia)

Meski karirnya berawal sebagai pemain depan, Facchetti kemudian beralih menjadi salah  satu bek paling efektif dalam sejarah sepakbola Italia. Rentetan gelar yang dikoleksinya antara lain adalah Scudetto pada 1963, 1965, 1966, dan 1971; Coppa Italia 1978; Piala European Champions Club (sekarang Liga Champions) 1964 dan 1965; Piala Intercontinental 1964 dan 1965, serta pemenang Euro 1968. Hebatnya lagi, semua gelar klubnya diraih bersama satu klub, yaitu Inter Milan.

Tak heran jika Pele memasukkannya dalam daftar FIFA 100.

8. Lothar Matthaus (Jerman)
Matthaus baru bermain sebagai pemain belakang saat usianya sudah merambah 30-an. Sebelumnya ia lebih banyak berada di lini tengah. Toh dimanapun ia bermain, Maradona menyebutnya sebagai rival terberat. Dan kenapa tidak? Tak kurang dari tujuh gelar  Bundesliga pernah menjadi miliknya, ditambah dengan tiga Piala Jerman, sebuah mahkota Serie A, dua Piala UEFA, satu Kejuaraan Eropa, serta Piala Dunia. 

Komunitas sepakbola Jerman menobatkannya menjadi pemain terbaik pada 1990 dan 1999, dan FIFA pun tak segan memberikan gelar pemain terbaik dunia 1991 padanya. Sayang karirnya sebagai pelatih tidak secemerlang itu. Ia dipecat dari timnas Hongaria dan Red Bull Salzburg

7. Fabio Cannavaro (Italia)
Kapten Italia ini merupakan bek pertama yang dinobatkan menjadi Pemain Terbaik Dunia oleh FIFA setelah Italia menjuarai Piala Dunia pada 2006. Pada tahun yang sama, ia juga memenangi gelar Pemain Terbaik Eropa, dan dua kali terpilih dalam pasukan FIFPro World XI, yaitu pada 2005/06 dan 2006/07.
Sayang, walau pernah meraih gelar juara La Liga dua kali dengan Real Madrid, ia belum pernah menang di Serie A.

6. Roberto Carlos (Brasil)
Roberto Carlos tampil di tiga Piala Dunia bersama Brasil. Selain membawa timnya ke  final 1998, ia juga menjadi pemain kunci pada saat Brasil menang empat tahun kemudian. Kontribusinya sebagai pengeksekusi tendangan bebas juga tidak bisa diremehkan,  termasuk pada 3 Juni 1997, ketika ia mencetak gol dari jarak 35 m saat melawan Prancis.

Di Real Madrid, ia meraih empat gelar juara La Liga, tiga Liga Champions dan dua Piala Intercontinental. Ia juga merupakan salah satu dari enam pemain yang tampil lebih dari seratus kali di Liga Champions. Pele memasukkannya dalam daftar 125 pemain sepakbola terhebat sepanjang masa pada Maret 2004. Ia juga mendapat pengakuan sebagai legenda sepakbola internasional, dengan diberikannya Penghargaan Kaki Emas 2008.

5. Lilian Thuram (Prancis)
Bek Prancis paling sukses, dengan koleksi berbagai trofi dari empat klub di tiga negara,dan dua gelar internasional bersama timnas Prancis. Kemampuannya dalam membaca permainan dan menempatkan diri di lapangan membuatnya berbeda dari pemain bertahan kebanyakan.
Ia telah tampil dalam 142 pertandingan untuk Prancis, yang menjadikannya pemain yang paling sering diturunkan. Meski kurang mendapat pujian jika dibandingkan dengan bintang Prancis lainnya, seperti Zinedine Zidane dan Theirry Henry, perannya di timnas tidak kalah pentingnya. Ia membantu Prancis memenangkan Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.

4. Franco Baresi (Italia)
Baresi menggawangi lini bertahan AC Milan dalam masa yang oleh banyak pengamat dinyatakan memiliki empat bek terbaik sepanjang sejarah, yaitu ia sendiri, Paolo Maldini, Alessandro Costacurta dan Mauro Tassotti. Ia juga menghabiskan seluruh karirnya di AC Milan dengan 532 pertandingan.
Ia mengoleksi enam Scudetto, tiga Piala Eropa dan Piala Dunia 1982, walau hanya sebagai cadangan. Paolo Maldini banyak berguru padanya, dan bahkan perkembangan karirnya kemudian mirip dengan Baresi. Ketika kemudian ia gantung sepatu, Milan memutuskan untuk menyimpan nomor punggung 6 yang selalu dikenakannya, sebuah penghargaan yang jarang dilakukan di Italia.

3. Bobby Moore (Inggris) Pemain bertahan yang tenang, Moore banyak dipuji karena kemampuannya dalam  membaca arah pertandingan dan mengantisipasi pergerakan lawan. Ia bukan bek yang hanya mengandalkan tekel keras. Pele menyebutnya sebagai pemain bertahan paling jujur yang pernah dilawannya.

Pada 29 Mei 1963, ia menerima ban kapten timnas Inggris ketika baru berusia 22 tahun, dan menjadi kapten tim senior Inggris termuda sepanjang masa. Prestasi terbesarnya  adalah membawa Inggris menjuarai Piala Dunia 1966.

2. Paolo Maldini (Italia)
Ia tidak hanya hebat karena memiliki kesetiaan yang besar kepada klubnya, AC Milan. Lebih dari itu, ia adalah bek paling berprestasi. Bersama Milan, ia meraih tujuh Scudetto dan lima titel Liga Champions. Sebagai pemain yang paling banyak tampil untuk timnas Italia, Ia juga menjadi langganan tetap gelar pemain terbaik sepanjang karirnya. Tidak kurang dari Lilian Thuram pernah mengakui ingin sepertinya.Satu-satunya kekurangannya adalah ia tidak pernah merasakan juara Piala Dunia.

1. Franz Beckenbauer (Jerman)
Italia boleh saja menyumbangkan banyak nama dalam daftar ini. Tapi, tidak ada yang lebih patut berada di posisi puncak daripada “Sang Kaisar”. Buktinya, banyak pemain yang  merasa bangga jika dibandingkan dengannya. Selain seabrek trofi yang dikoleksinya, kejeniusannyalah yang membuat ia menjadi sosok yang susah dilupakan. Sepak terjangnya 
di lapangan sangat elegan.

Lebih dari itu, ia adalah pemikir ulung yang membawa revolusi di dunia sepakbola dengan menciptakan peran libero menyerang. Sebelumnya, tak seorangpun pernah berpikir bahwa seorang sweeper juga perlu untuk maju untuk membantu penyerangan, apalagi mencetak gol. Beckenbauer menciptakan taktik ini, dan menjadikannya sebagai bagian dari sepakbola modern.



sumber : fp legenda sepakbola

»»  READMORE...

Sepak Bola Itu Bukan Balerina “Claudio Gentile”





Pernah dengar nama Claudio Gentile? Bila Anda pendukung Tim Azzurri, tentunya masih ingat dengan sosok stopper Juventus yang berperan penting bagi kemenangan tim nasional Italia saat meraih gelar juara dunia di PD 1982 yang berlangsung di Spanyol. Gentile adalah pemain yang ditugaskan Enzo Bearzot, pelatih Italia saat itu, untuk menjaga pergerakan bintang muda Argentina, Diego Armando Maradona.
Claudio Gentile terkenal juga dengan ketekunannya dalam mempelajari lawan-lawannya lewat rekaman video. Sering kali dia mempelajari lawan dan pemain kuncinya selama beberapa hari dan memberikan solusi untuk meredupkannya. Gentile akan mengahalalkan segala cara dalam menghentikan lawan, dari menekelnya ketika wasit sedang lengah, mencakarnya ketika membantu pemain lawan berdiri, selalu membayangi pemain kunci lawan bahkan mengintimidasi lawan melalui man markingnya yang super ketat. Bahkan legenda Inggris,Gordon Hill mengatakan, “Gentile akan berdiri di atas kepala neneknya demi merebut bola!”

Gentile sebenarnya dilahirkan di Tripoli, ibu kota Libya, tahun 1953. Dilahirkan di Libya membuat Gentile dijuluki ‘Qaddafi’ sepanjang karirnya. Terkenal sebagai pemain yang keras, buas dan kasar, begitu juga dengan perjalanan karir Gentile. Pemain yang memiliki tinggi 1.78 m ini mengawali karir di klub serie D bernama Arona pada tahun 1971-1972. Hanya bertahan setahun di sana, Gentile naik tahta dengan bermain bersama Varese di serie B dimusim 1972-1973. Bakatnya langsung tercium Juventus dan tanpa keraguan Juventus pun memboyongnya ke Turin. Giovani Trapattonidatang ke Juventus tahun 1976 dimana il Trap mencium bakat Gentile memang tidak di lini tengah. Bersama Trapattoni, Gentile dikembalikan ke habitat naturalnya namun kali ini bergeser menjadi bek kiri. Kendati di sepak bola modern seorang full back terkenal dengan naluri menyerangnya, tidak pada jaman itu. Bermain di sektor sayap kiri, Gentile lebih berfungsi menyeimbangkan sistem permainan tim dan lebih banyak bertahan ketimbang maju menyerang. Gentile bermain cukup baik di sisi kiri pertahanan sampai pada akhirnya di awal musim 1977-1978 Trapattoni memutuskan untuk mempromosikan pemain belia, Antonio Cabrini, sebagai bek kiri inti. Trapattoni tentu tidak melupakan Gentile begitu saja, sebagai pemain yang naturalnya berkaki kanan, Gentile digeser ke sisi kanan dimana dia bermain sama baiknya bahkan kali ini sering membantu menyerang Sampai pada akhirnya di tahun1980 Claudio Gentile akhirnya diposisikan sebagai bek tengah Juventus. Di sini lah Gentile memperkenalkan kepada dunia siapa dirinya sebenarnya. Kemampuannya dalam man marking ditopang dengan partnernya Gaetano Scirea membuat Juventus kala itu memiliki pertahanan super.

Lawan Italia dipertandingan pertama fase grup kedua adalah Argentina. Di interviewnya Gentile mengatakan dia mempelajari gerak-gerik Maradona selama 3 hari sebelum pertandingan. Alhasil Gentile benar-benar mematikan lenggak-lenggok Maradona saat itu. Yang lebih menarik adalah Gentile sama sekalitidak menerima kartu kuning walaupun mengawal ketat dan mengasari Maradona selama pertandingan. Ironisnya, malah Maradona terkena kartu kuning karena terlalu banyak mengeluh! Mengomentari hal ini, Gentile mengatakan, “Sepak bola memang bukan untuk ballerina.” Terkesan angkuh, namun apa boleh dikata Gentile selalu membuktikan kata-katanya di lapangan.

sumber : fp legenda sepakbola





















»»  READMORE...

Selasa, 27 Mei 2014

5 Langkah Berinternet Sehat

Internet, pasti dari kalian kebanyakan sangat bergantung pada kata yg terdiri dari 8 huruf ini (Internet). Sudah menjadi barang pasti di zaman globalisasi Internet harus menjadi kebutuhan pokok bagi kita, mulai dari mencari informasi, membuat tugas, bersosialisasi jarak jauh, hingga bisnis. Tapi kebanyakan dari kita masih menggunakan internet dengan kurang bijak, seperti membuka situs porno, game online atau menggunakan social media terlalu lama. Nah kali ini Lontong Gentong akan memberikan tips bagaimana menggunakan Internet secara sehat.



Kita mulai dengan tips :


1. Niat
Niat? kaya sholat aja!. Memang, kita harus mempunyai niat dahulu bahwa kita menggunakan internet untuk hal-hal yang bermanfaat dan positif. Tentunya kita harus mengubah niat sejak awal dahulu, yang dahulunya niat berinternet untuk membuka situs porno dan game online kita ubah niat kita menjadi berinternet untuk mencari informasi yang penting dan bermanfaat, untuk mencari materi pembelajaran sekolah, untuk belajar bisnis, untuk bersosialisasi jarak jauh seperlunya saja dan lain sebagainya asalkan positif dan tidak membuang waktu kita yang penting.


2. Jangan bermain game online (lebih baik download game offline)
Mengapa saya katakan agar tidak bermain game online? karena :
a. sekali kita mencoba sesuatu yang berbau game pasti kita akan kecanduan      (saya jamin itu)
b. menghabiskan banyak uang/kuota internet kita untuk bermain game online     (saran ; lebih baik donwload  game yang bisa dimainkan secara offline tapi     jangan download game perang atau game kekerasan lainya  lebih baik           download game asah otak seperti catur, puzzle dsb.)
c. menghabiskan berjam-jam waktu berharga kita hanya untuk sebuah                kepuasaan sesaat padahal waktu  berharga tersebut bisa kita                        gunakan untuk hal yang lebih penting dan bermanfaat.yang bisa menjadi        investasi kita di masa depan (ingat itu gamers)


3. Jangan Download film di Internet
Ini salah satu yang penting juga, jangan sering mendownload film di internet (sekali-kali boleh ). Untuk anda Movie Freak jangan sering-sering download film di internet, kenapa coba ? karena ukuran file film besar (rata-rata 700 mb) daripada untuk download film lebih baik buat download ebook atau software seperti coreldraw atau photosop untuk belajar. Saran nih dari saya buat anda Movie Freak, daripada kalian download ratusan film di internet menghabiskan banyak uang hanya untuk download 1 film lebih baik nyewa CD/DVD film di rentalan film terus dikopi di komputer atau flash disk kalian (cuma Rp. 5000 per film). Bisa menghemat setengah pengeluaran kalian ketika download di internet


4. No Bokep
Memang sekarang ini atau zaman globalisasi ini menonton film porno dikatakan hal yang wajar, banyak alasan yang mewajarkanya, misalnya banyak remaja yang mengatakan wajarlah namnya juga pubertas, wajarlah namanya juga mencari jati diri, wajarlah namanya juga orang normal. Untuk anda pecandu bokep saya sarankan untuk membaca artikel saya sebelumnya yang membahas tentang dampak negatif menonton video bokep, nih artikelnya : Dampak Buruk Menonton Video Porno 


5. Follow The Rule
terakhir Follow The Rule, ikuti aturanya. Jika anda tidak mengikuti aturan anda pasti akan tersesat di dunia maya yang hanya rekayasa ini.


sekian tips dari saya, maaf sekiranya kalau kurang lengkap dan detail (namanya juga masih blogger amatir). Tapi semoga bermanfaat bagi anda

Lontong Gentong
»»  READMORE...

Minggu, 25 Mei 2014

Sukarno : Pilot Amerika itu telah Berjasa bagi Indonesia

Simpati dan ketulusan menolong seringkali melintasi batas nasionalisme.Salah satu contoh nyata yakni kisah dari seorang pilot berkebangsaan Amerika yang ikut terlibat aktif saat awal kemerdekaan Indonesia. 


Namanya Robert Earl Freeberg atau akrab dipanggil Bob, pilot bayaran berkebangsaan Amerika Serikat ini gagah berani terbang menembus blokade udara Belanda. Ia belasan kali menjalankan operasi 'black flight' atau penerbangan gelap menyelundupkan candu dan berbagai hasil alam Indonesia untuk ditukar senjata atau uang di luar negeri. Hasil penyelundupan itu digunakan pemerintah Soekarno untuk membiayai negara di masa sulit awal kemerdekaan.

Di mata Presiden Soekarno, Bob adalah orang yang idealis. Dia ditakdirkan datang untuk membantu perjuangan rakyat Indonesia.

"Seorang pemuda pada suatu hari muncul entah darimana dan memperkenalkan dirinya. Namaku Bob Freeberg. Aku orang Amerika. Aku seorang pilot dan menaruh simpati pada perjuangan anda. Bantuan apa yang dapat kuberikan?" demikian Soekarno dalam biografi yang ditulis Cindy Adams.

Bob adalah mantan penerbang tempur Angkatan Laut Amerika Serikat saat perang dunia ke II. Setelah perang berakhir, pria asal Kansas ini menjadi pilot carter CALI (Commercial Air Lines Incorporated) Filipina. Dia bertemu Opsir Udara III Petit Muharto Kartodirdjo di Singapura dan segera menyatakan kesediaannya untuk melakukan penerbangan untuk membantu Indonesia.

Bob kemudian menabung dan membeli sebuah pesawat angkut DC-3 Dakota. Dia memberi nama pesawat itu RI-002. Kenapa bukan RI-001? Bob berpendapat nama RI-001 selayaknya diberikan untuk nama kehormatan pesawat pertama yang dimiliki Indonesia. Ketika Bob disewa, Indonesia tak punya satu pun pesawat angkut.

Bob membantu menyelundupkan emas, candu, perak, kina dan karet dari Indonesia ke luar negeri. Lalu dia membawa senjata, pakaian dan obat-obatan dari luar negeri ke Indonesia. Kisah petualangan Bob seru seperti di film action saja.

Bob juga banyak membantu TNI untuk melakukan operasi militer. Dialah pilot operasi penerjunan pertama yang dilakukan Angkatan Udara Republik Indonesia. Pada 17 Oktober 1947, Bob menerbangkan RI-002 dari Bandara Maguwo ke Kotawaringin, Kalimantan Tengah. TNI menerjunkan 12 prajurit AURI untuk menembus blokade Belanda dan mengobarkan perlawanan di sana.

Bob pula yang mengantar Soekarno berkeliling Sumatera guna meminta sumbangan rakyat untuk membantu perjuangan RI. Rakyat Aceh kemudian menyumbang 20 Kg emas yang kemudian dibelikan pesawat Dakota dengan nama Seulawah atau Gunung Emas. Pesawat ini yang kemudian diberi nomor registrasi RI-001.

Bob memang seorang pilot bayaran. Tapi dia terlibat secara emosional dalam perjuangan bangsa Indonesia. Bob tak bisa menerima perlakuan sewenang-wenang Belanda terhadap rakyat Indonesia. Dalam surat-surat yang dikirimkan ke keluarganya di AS, Bob selalu menggambarkan penghormatannya untuk rakyat Indonesia.


------------------------------------------
"Sangat menakjubkan melihat rakyat Indonesia memperjuangkan kemerdekaan mereka," (Robert Earl Freeberg)
------------------------------------------


Sayangnya nasib Bob berakhir tragis. Pesawatnya jatuh saat mengirim emas 20 kilogram ke Palembang. Tanggal 29 September 1948, pesawat Dakota milik Bob jatuh di belantara hutan. Diduga pesawat itu ditembak jatuh pesawat pemburu Belanda.

"Dia mengalami kecelakaan saat aku mengirimnya ke Palembang untuk membawa uang untuk membantu gerilya di Sumatera. Tak pernah aku akan melupakan kawanku orang Amerika, Bob Freeberg," kata Soekarno.


> Sumber : Merdeka.com
»»  READMORE...

Bangsa Indonesia Dijajah hanya Karena Sebuah Buku

     " Itinerario naer Oost ofte Portugaels Indien", yang ditulis Jan Huygen van Linshoten di tahun 1595. Inilah kisahnya:



Jauh sebelum Eropa terbuka matanya mencari dunia baru, warga pribumi nusantara hidup dalam kedamaian. Situasi ini berubah drastis saat orang-orang Eropa mulai berdatangan dengan dalih berdagang, namun membawa pasukan tempur lengkap dengan senjatanya.

Hal yang ironis, tokoh yang menggerakkan roda sejarah dunia masuk ke dalam kubangan darah adalah dua orang Paus yang berbeda. Pertama, Paus Urbanus II, yang mengobarkan perang salib untuk merebut Yerusalem dalam Konsili Clermont tahun 1096. Dan yang kedua, Paus Alexander VI.

Dalam tempo beberapa tahun saja, Belanda telah menjajah Hindia Timur dan hal itu berlangsung lama hingga baru merdeka pada tahun 1945.

Perang Salib tanpa disadari telah membuka mata orang Eropa tentang peradaban yang jauh lebih unggul ketimbang mereka. Eropa mengalami pencerahan akibat bersinggungan dengan orang-orang Islam dalam Perang Salib ini. Merupakan fakta jika jauh sebelum Eropa berani melayari samudera, bangsa Arab telah dikenal dunia sebagai bangsa pedagang pemberani yang terbiasa melayari samudera luas hingga ke Nusantara.

Bahkan kapur barus yang merupakan salah satu zat utama dalam ritual pembalseman para Fir’aun di Mesir pada abad sebelum Masehi, didatangkan dari satu kampung kecil bernama Barus yang berada di pesisir barat Sumatera tengah. Dari pertemuan peradaban inilah bangsa Eropa mengetahui jika ada satu wilayah di selatan bola dunia yang sangat kaya dengan sumber daya alamnya, yang tidak terdapat di belahan dunia manapun.

Negeri itu penuh dengan karet, lada, dan rempah-rempah lainnya, selain itu Eropa juga mencium adanya emas dan batu permata yang tersimpan di perutnya. Tanah tersebut iklimnya sangat bersahabat, dan alamnya sangat indah. Wilayah inilah yang sekarang kita kenal dengan nama Nusantara. Mendengar semua kekayaan ini Eropa sangat bernafsu untuk mencari semua hal yang selama ini belum pernah didapatkannya.

Paus Alexander VI pada tahun 1494 memberikan mandat resmi gereja kepada Kerajaan Katolik Portugis dan Spanyol melalui Perjanjian Tordesillas.

Dengan adanya perjanjian ini, Paus Alexander dengan seenaknya membelah dunia di luar daratan Eropa menjadi dua kapling untuk dianeksasi.

Garis demarkasi dalam perjanjian Tordesilas itu mengikuti lingkaran garis lintang dari Tanjung Pulau Verde, melampaui kedua kutub bumi. Ini memberikan Dunia Baru kini disebut Benua Amerika kepada Spanyol. Afrika serta India diserahkan kepada Portugis.

Paus menggeser garis demarkasinya ke arah timur sejauh 1.170 kilometer dari Tanjung Pulau Verde. Brazil pun jatuh ke tangan Portugis. Jalur perampokan bangsa Eropa ke arah timur jauh menuju kepulauan Nusantara pun terbagi dua. Spanyol berlayar ke Barat dan Portugis ke Timur, keduanya akhirnya bertemu di Maluku, di Laut Banda.

Sebelumnya, jika dua kekuatan yang tengah berlomba memperbanyak harta rampokan berjumpa tepat di satu titik maka mereka akan berkelahi, namun saat bertemu di Maluku, Portugis dan Sanyol mencoba untuk menahan diri.

Pada 5 September 1494, Spanyol dan Portugal membuat perjanjian Saragossa yang menetapkan garis anti-meridian atau garis sambungan pada setengah lingkaran yang melanjutkan garis 1.170 kilometer dari Tanjung Verde. Garis itu berada di timur dari kepulauan Maluku, di sekitar Guam.

Sejak itulah, Portugis dan Spanyol berhasil membawa banyak rempah-rempah dari pelayarannya. Seluruh Eropa mendengar hal tersebut dan mulai berlomba-lomba untuk juga mengirimkan armadanya ke wilayah yang baru di selatan.


Ketika Eropa mengirim ekspedisi laut untuk menemukan dunia baru, pengertian antara perdagangan, peperangan, dan penyebaran agama Kristen nyaris tidak ada bedanya.

Misi imperialisme Eropa ini sampai sekarang kita kenal dengan sebutan “Tiga G”: Gold, Glory, Gospel. Seluruh penguasa, raja-raja, para pedagang, yang ada di Eropa membahas tentang negeri selatan yang sangat kaya raya ini.

Mereka berlomba-lomba mencapai Nusantara dari berbagai jalur. Sayang, saat itu belum ada sebuah peta perjalanan laut yang secara utuh dan detil memuat jalur perjalanan dari Eropa ke wilayah tersebut yang disebut Eropa sebagai Hindia Timur. Peta bangsa-bangsa Eropa baru mencapai daratan India, sedangkan daerah di sebelah timurnya masih gelap.

Dibandingkan Spanyol, Portugis lebih unggul dalam banyak hal. Pelaut-pelaut Portugis yang merupakan tokoh-tokoh pelarian Templar (dan mendirikan Knight of Christ), dengan ketat berupaya merahasiakan peta-peta terbaru mereka yang berisi jalur-jalur laut menuju Asia Tenggara.

Peta-peta tersebut saat itu merupakan benda yang paling diburu oleh banyak raja dan saudagar Eropa.

Namun ibarat pepatah,“Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga”, maka demikian pula dengan peta rahasia yang dipegang pelaut-pelaut Portugis.

Sejumlah orang Belanda yang telah bekerja lama pada pelaut-pelaut Portugis mengetahui hal ini. Salah satu dari mereka bernama Jan Huygen van Linschoten.

Pada tahun 1595 dia menerbitkan buku berjudul Itinerario naer Oost ofte Portugaels Indien, Pedoman Perjalanan ke Timur atau Hindia Portugis, yang memuat berbagai peta dan deksripsi amat rinci mengenai jalur pelayaran yang dilakukan Portugis ke Hindia Timur, lengkap dengan segala permasalahannya.

Buku itu laku keras di Eropa, namun tentu saja hal ini tidak disukai Portugis. Bangsa ini menyimpan dendam pada orang-orang Belanda. Berkat van Linschoten inilah, Belanda akhirnya mengetahui banyak persoalan yang dihadapi Portugis di wilayah baru tersebut dan juga rahasia-rahasia kapal serta jalur pelayarannya.

Para pengusaha dan penguasa Belanda membangun dan menyempurnakan armada kapal-kapal lautnya dengan segera, agar mereka juga bisa menjarah dunia selatan yang kaya raya, dan tidak kalah dengan kerajaan-kerajaan Eropa lainnya.


Pada tahun 1595 Belanda mengirim satu ekspedisi pertama menuju Nusantara yang disebutnya Hindia Timur. Ekspedisi ini terdiri dari empat buah kapal dengan 249 awak dipimpin Cornelis de Houtman, seorang Belanda yang telah lama bekerja pada Portugis di Lisbon.

Lebih kurang satu tahun kemudian, Juni 1596, de Houtman mendarat di pelabuhan Banten yang merupakan pelabuhan utama perdagangan lada di Jawa, lalu menyusur pantai utaranya, singgah di Sedayu, Madura, dan lainnya.
Kepemimpinan de Houtman sangat buruk.
Dia berlaku sombong dan besikap semaunya pada orang-orang pribumi dan juga terhadap sesama pedagang Eropa. Sejumlah konflik menyebabkan dia harus kehilangan satu perahu dan banyak awaknya, sehingga ketika mendarat di Belanda pada tahun 1597, dia hanya menyisakan tiga kapal dan 89 awak. Walau demikian, tiga kapal tersebut penuh berisi rempah-rempah dan benda berharga lainnya.

Orang-orang Belanda berpikiran, jika seorang de Houtman yang tidak cakap memimpin saja bisa mendapat sebanyak itu, apalagi jika dipimpin oleh orang dan armada yang jauh lebih unggul. Kedatangan kembali tim de Houtman menimbulkan semangat yang menyala-nyala di banyak pedagang Belanda untuk mengikut jejaknya.

Jejak Houtman diikuti oleh puluhan bahkan ratusan saudagar Belanda yang mengirimkan armada mereka ke Hindia Timur. Dalam tempo beberapa tahun saja, Belanda telah menjajah Hindia Timur dan hal itu berlangsung lama hingga baru merdeka pada tahun 1945.

sumber : sejarah dunia
»»  READMORE...

Mengira Perang Belum Usai, Tentara Jepang ini Hidup 30 Tahun di Hutan

Pernah menonton film Rambo? Di film itu, diceritakan perjuangan seorang tentara Amerika Serikat yang hidup selama bertahun-tahun di dalam hutan. Tapi, itu hanya film.


Asal Anda tahu, kisah itu ternyata terjadi di dunia nyata. Tetapi ini tidak menimpa tentara AS, tetapi Jepang.

Melansir Sky News, Minggu 19 Januari 2014, seorang tentara asal Jepang yang bertugas pada Perang Dunia II terus bersembunyi di dalam hutan Filipina selama lebih dari 30 tahun. Dia menolak untuk keluar dari hutan karena tidak percaya Perang Dunia II telah usai.

Tentara bernama Hiroo Onoda itu baru mau keluar dari hutan di Filipina yang dihuninya sejak tahun 1944 itu, setelah mantan komandannya datang dan menjelaskan bahwa Perang Dunia II sudah berakhir.

Onoda merupakan seorang perwira tentara yang bertugas mencari informasi dan dilatih untuk melakukan perang gerilya. Onoda dikirim oleh Jepang ke Pulau Lubang di Filipina pada tahun 1944 lalu. 

Oleh komandannya, Onoda diperintahkan untuk tidak pernah menyerah, rela bunuh diri untuk menyelamatkan informasi, dan harus terus bertahan di dalam hutan sampai bala bantuan datang.

Onoda bersama tiga temannnya terus mematuhi perintah tersebut, walau Jepang telah dipukuk mundur pada Perang Dunia II di tahun 1945.

Diketahuinya keberadaan Onoda terjadi pada tahun 1972. Dia bersama dua temannya terlibat insiden tembak-menembak dengan tentara Filipina. Dua temannya tewas dan Onoda berhasil melarikan diri.

Insiden itu mengejutkan Jepang. Sontak pemerintah Jepang mengirim perwakilannya ke Filipina untuk menjemput Onoda untuk pulang ke Jepang, dan menjelaskan padanya bahwa Perang Dunia II telah usai.
Tidak Sia-sia
Dalam pernyataan persnya setelah kembali ke Jepang, Onoda mengatakan bahwa tindakannya hidup selama 30 tahun di hutan bukan tindakan yang membuang-buang waktu.

"Tanpa pengalaman seperti itu, mungkin saya tidak bisa hidup sampai saat ini," kata Onoda pada media.

Setelah kembali ke Jepang pada tahun 1975, Onoda harus beradaptasi dengan lingkungan barunya. Tak lama kemudian, ia pergi ke Brazil untuk membangun peternakan sapi.

Namun, tentara berkomitmen tinggi itu akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada 17 Januari 2014 di usia 91 tahun.

»»  READMORE...