Rabu, 19 Desember 2012

Orang Benar Akan Dibunuh




Orang benar akan dibunuh, memang tepat kalimat tersebut bagi bangsa Indonesia. 7 September 2004 merupakan hari menyesakkan dada bagi negeri ini karena meninggalnya aktivis HAM Munir Said Thalib, terlebih sampai saat ini kasus Munir belum tuntas, mungkin Pemimpin saat ini tidak punya nyali. Berikut adalah sepenggal kisah hidup Munir Said Thalib.



Tanggal 16 April 1996, Munir mendiriikan Komosi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS) serta menjadi Koordinator Badan Pekerja di LSM ini. Di lembaga inilah nama Munir mulai bersinar, saat dia melakukan advokasi terhadap para aktifis yang menjadi korban penculikan rejim penguasa Soeharto. Perjuangan Munir tentunya tak luput dari berbagai teror berupa ancaman kekerasan dan pembunuhan terhadap diri dan keluarganya. Usai kepengurusannya di KontraS, Munir ikut mendirikan Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia, Imparsial, di mana ia menjabat sebagai Direktur Eksekutif.

Saat menjabat Koordinator KontraS namanya melambung sebagai seorang pejuang bagi orang-orang hilang yang diculik pada masa itu. Ketika itu dia membela para aktifis yang menjadi korban penculikan Tim Mawar dari Kopassus yang dipimpin oleh Prabowo Subianto (Ketum GERINDRA). Setelah Suharto jatuh, penculikan itu menjadi alasan pencopotan Danjen Kopassus (waktu itu) Prabowo Subianto dan diadilinya para anggota Tim Mawar.

Atas perjuangannya yang tak kenal lelah, dia pun memperoleh The Right Livelihood Award di Swedia (2000), sebuah penghargaan prestisius yang disebut sebagai Nobel alternatif dari Yayasan The Right Livelihood Award Jacob von Uexkull, Stockholm, Swedia di bidang pemajuan HAM dan Kontrol Sipil terhadap Militer di Indonesia. Sebelumnya, Majalah Asiaweek (Oktober 1999) menobatkannya menjadi salah seorang dari 20 pemimpin politik muda Asia pada milenium baru dan Man of The Year versi majalah Ummat (1998).

Kasus-Kasus Penting yang Pernah ditangani Munir

►Penasehat Hukum masyarakat Nipah, Madura, dalam kasus permintaan pertanggungjawaban militer atas pembunuhan tiga petani Nipah Madura, Jawa Timur; 1993
►Penasehat Hukum Sri Bintang Pamungkas (Ketua Umum PUDI) dalam kasus subversi dan perkara hukum Administrative Court (PTUN) untuk pemecatannya sebagai dosen, Jakarta; 1997
►Penasehat Hukum Muchtar Pakpahan (Ketua Umum SBSI) dalam kasus subversi, Jakarta; 1997
►Penasehat Hukum Dita Indah Sari, Coen Husen Pontoh, Sholeh (Ketua PPBI dan anggota PRD) dalam kasus subversi, Surabaya;1996
►Penasehat Hukum mahasiswa dan petani di Pasuruan dalam kasus kerusuhan PT. Chief Samsung; 1995
►Penasehat Hukum bagi 22 pekerja PT. Maspion dalam kasus pemogokan di Sidoarjo, Jawa Timur; 1993
►Penasehat Hukum DR. George Junus Aditjondro (Dosen Universitas Kristen Satyawacana, Salatiga) dalam kasus penghinaan terhadap pemerintah, Yogyakarta; 1994
►Penasehat Hukum dalam kasus hilangnya 24 aktifis dan mahasiswa di Jakarta; 1997-1998 –> [Danjen Koppasus]
►Penasehat Hukum dalam kasus pembunuhan besar-besaran terhadap masyarakat sipil di Tanjung Priok 1984; sejak 1998
►Penasehat Hukum kasus penembakan mahasiswa di Semanggi, Tragedi 1 dan 2; 1998-1999
►Anggota Komisi Penyelidikan Pelanggaran HAM di Timor Timur; 1999
►Penggagas Komisi Perdamaian dan Rekonsiliasi di Maluku
►Penasehat Hukum dan Koordinator Advokat HAM dalam kasus-kasus di Aceh dan Papua (bersama KontraS)

Dan masih banyak sekali kontribus (alm) Munir dalam penanganan kasus-kasus yang menyangkut pembelaan Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Sipil yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

*Kasus yang di’bold‘ merupakan dugaan-dugaan saya para pelaku [pihak yang merasa akan dirugikan oleh Munir] dibalik pembunuhan Munir. Mereka merasa ‘suara’ Munir yang membela para korban kekersaan dan kekejaman terlalu berbahaya bagi eksistensi kekuasan mereka.

Kronologi Kematian Munir
Tiga jam setelah pesawat GA-974 take off dari Singapura, awak kabin melaporkan kepada pilot Pantun Matondang bahwa seorang penumpang bernama Munir yang duduk di kursi nomor 40 G menderita sakit. Munir bolak balik ke toilet. Pilot meminta awak kabin untuk terus memonitor kondisi Munir. Munir pun dipindahkan duduk di sebelah seorang penumpang yang kebetulan berprofesi dokter yang juga berusaha menolongnya. Penerbangan menuju Amsterdam menempuh waktu 12 jam. Namun dua jam sebelum mendarat 7 September 2004, pukul 08.10 waktu Amsterdam di Bandara Schipol Amsterdam, saat diperiksa, Munir telah meninggal dunia.

Pada tanggal 12 November 2004 dikeluarkan kabar bahwa polisi Belanda (Institut Forensik Belanda) menemukan jejak-jejak senyawa arsenikum setelah otopsi. Hal ini juga dikonfirmasi oleh polisi Indonesia. Belum diketahui siapa yang telah meracuni Munir, meskipun ada yang menduga bahwa oknum-oknum tertentu memang ingin menyingkirkannya.

Persidangan Pembunuhan Munir


Pada 20 Desember 2005 Pollycarpus Budihari Priyanto dijatuhi vonis 14 tahun hukuman penjara atas pembunuhan terhadap Munir. Hakim menyatakan bahwa Pollycarpus, seorang pilot Garuda yang sedang cuti, menaruh arsenik di makanan Munir, karena dia ingin mendiamkan pengkritik pemerintah tersebut. Hakim Cicut Sutiarso menyatakan bahwa sebelum pembunuhan Pollycarpus menerima beberapa panggilan telepon dari sebuah telepon yang terdaftar oleh agen intelijen senior, tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut.

Lalu pada 6 Juni 2008, mantan Komandan Kopassus TNI Angkatan Darat dan juga mantan Deputi BIN, Mayor Jenderal (Purn) Muchdi Purwoprandjono ditangkap oleh polisi sebagai tersangka pembunuhan Munir. Selama beberapa bulan persidangan, akhirnya pada tanggal 31 Desember 2008, majelis hakim PN Jakarta Selatan memvonis bebas Muchdi Pr.



Saya sebagai pelajar saya hanya ingin mengatakan  kepada pemimpin bangsa ini ''JANGAN PURA-PURA LUPA''









sumber : wikipedia dan berbgai sumber lainya










»»  READMORE...

Selasa, 18 Desember 2012

3 orang paling menyebalkan di sepakbola indonesia

1. Nurdin Halid (Narapidana Pertama yang menjabat ketua PSSI)


2. Djohar Arifin (Pemecah Belah Sepakbola Indonesia)


3. La Nyalla Mataliti (Lebih mementingkan suatu kelompok dan membawa kepentingan politik)
»»  READMORE...

Lycanthropy, fenomena aneh manusia berbulu hewan

Lycantrophy adalah sebuah mitos dari Eropa kuno berupa makhluk monster setengah manusia setengah serigala. Konon manusia serigala akan berubah pada saat bulan purnama tiba, yang mana kekuatan mistiknya mencapai puncaknya. Dalam mitologi tersebut, manusia serigala senantiasa akan memburu manusia dan barang siapa yang tergigit atau terkena cakarannya akan menjadi salah satu dari manusia serigala pula. Dia konon hanya bisa mati jika ditembak dengan peluru perak.

Seperti yang pernah terjadi di India pada Pruthviraj Patil dan beberapa anak lainnya, remaja India penderita Werewolf Syndrome, kelainan terjadi akibat mutasi pada kromosom. Penderita sindrom ini rambutnya akan terus tumbuh secara abnormal dan berlebihan. Kelainan genetik ini sudah bisa dilihat saat kelahiran, dimana bayi yang lahir sekujur tubuhnya memiliki rambut berlebih. Penderita sindrom ini penampilannya menyerupai siluman manusia serigala (werewolf). Ternyata semua binatang jadi-jadian itu memiliki karakter serupa. Misalnya, perubahan di malam hari, menularkan kemampuan berubah bentuk melalui tetesan darah dalam gigitan, luka yang terjadi dalam bentuk binatang juga muncul dalam ujud manusia, atau binatang jadi-jadian yang mati segera kembali berubah jadi manusia.

Mungkin kita akan membahas apa yang kita dapat dari beberapa sumber tentang fenomena Lycantropy yang memang aneh tapi nyata ada di dunia kita yang memang sulit untuk dipungkiri bahwa aneh tapi nyata selalu menarik untuk diperdalami lebih lanjut.

Akibat kutukan

Herodotus, sejarawan Yunani dari abad V SM, mengatakan pada + 2.400 tahun lalu, bahwa penduduk di daerah yang sekarang bernama Lithuania dan Polandia, mengaku berubah menjadi manusia serigala selama beberapa hari dalam setahun. Masa itu manusia serigala adalah manusia dengan dorongan kuat memangsa manusia lainnya. Melalui sihir mereka berubah menjadi serigala hitam untuk memudahkan mewujudkan niatnya. Sekali berubah, menurut kepercayaan lama, akan terus menyimpan kekuatan dan kelicikan serigala.




Baru di abad 1 SM Virgil sebagai penulis Latin yang pertama kali menyebut-nyebut soal takhayul ini, kemudian diikuti oleh Propertius, Servius, dan Petronius. Petronius yang kepala urusan hiburan zaman pemerintahan Kaisar Nero (54 – 68) bertutur tentang manusia serigala dalam bentuk sastra roman Satyricon. Dengan bumbu terang bulan, pekuburan, dan luka abadi setelah kembali jadi manusia, membuat roman itu sebagai bacaan hiburan.

Sebagian tradisi Roma dan Yunani menganggap manusia berubah jadi serigala sebagai hukuman dewa, karena ia telah mempersembahkan korban berupa manusia, ujar Pliny (61 – 113). Meski baru abad XVIII kisah tentang manusia serigala diterbitkan, bukan berarti orang berkurang minat terhadap manusia serigala. Justru kepercayaan itu demikian kuat, bahkan sering diterima sebagai kebenaran, bukan fiksi.

Menurut kepercayaan lama ada tiga macam manusia serigala. Pertama, yang memperolah kemampuan itu melalui keturunan. Konon, kutukan terhadap nenek moyang menjadikan setiap keturunannya menjadi manusia serigala. Kedua, orang yang dengan sukarela jadi serigala dengan alasan dan tujuan jahat. Sedangkan yang terakhir adalah manusia serigala berhati lembut dan baik. Kondisinya yang tidak lazim, malah membuatnya merasa malu.
Sebenarnya, transformasi sering dilakukan oleh dukun-dukun suku tertentu dengan tujuan baik untuk mengatasi masalah di kelompoknya. Saat langka makanan, misalnya, si dukun bisa saja berubah ujud menjadi binatang jadi-jadian serupa makhluk yang akan diburu, supaya lebih mudah melacak buruan itu. Ada juga yang tidak berubah ujud tetapi meminjam tubuh binatang untuk memata-matai, menyantet, atau sekadar menakut-nakuti musuh.

Berjubah kulit serigala


Kasus manusia serigala yang mencolok terjadi di Prancis, awal abad XVII. Adalah Jean Grenier (13) yang merasa yakin dirinya manusia serigala. Di pengadilan Bordeaux, Grenier mengaku, 2 tahun sebelumnya membuat perjanjian dengan setan di hutan. Dengan kulit serigala yang menurut pengakuannya pemberian setan, tiap malam ia bisa berkeliaran sebagai serigala, namun di siang hari kembali ke bentuk manusia. Ia telah membunuh dan memangsa beberapa anak kecil yang sendirian di ladang, juga menculik bayi yang ditinggal di rumah.

Sejauh menyangkut perilaku kanibalisme, penyelidikan menunjukkan kebenaran pengakuannya. Namun dari sudut kedokteran, remaja ini digolongkan penderita lycanthropy. Kelainan jiwa ini menyebabkannya berkhayal tubuhnya berubah bentuk menjadi hewan. Menilik usianya yang masih belia, Grenier cuma dihukum kurungan seumur hidup di Biara Fransiskan, Bordeaux.

Perubahan Grenier dengan menyamar di bawah kulit serigala serupa dengan cara transformasi manusia beruang di Skandinavia yang menggunakan kulit beruang. Selain kulit binatang, konon ada alat lain, yaitu korset. Ada yang terbuat dari kulit asli binatang, ada yang dari kulit manusia yang dihukum gantung. Dua alat itu banyak dipakai di Prancis, Jerman, Skandinavia, dan beberapa negara Eropa Timur. “Benda sakti” lainnya adalah salep khusus berisi ramuan dari kelompok tanaman solanaceae yang membangkitkan halusinasi.

Selain itu ada lagi alat dan cara untuk bertransformasi yang berupa jimat, ramuan, dan mantera pemujaan pada iblis. Khusus pemakaian jimat, justru orang di sekitar si pemakai yang terpengaruh seakan melihat manusia serigala, padahal si pelaku tidak berubah. Di luar saat bulan purnama, perubahan sering terjadi spontan dan lepas dari kendali pelakunya.

Penampilan si pelaku yang menakutkan, tindak kejahatannya yang mengerikan, dan terutama karena kengerian terhadap kekuatan setan, membuat manusia serigala jadi obyek yang harus diburu dan dimusnahkan. Penghukuman terhadap mereka terjadi di hampir sepanjang sejarah di Eropa. Malah pelaku kejahatan apa pun dengan mudahnya dapat dijuluki manusia serigala.

Pembunuhan massal sering disebut akibat kejahatan serigala. Seperti yang menimpa Peter Stubbe di tahun 1590 (ada yang menyebut Peter Stump di tahun 1589) dari Bedburg, dekat Cologne. Ia dituduh sebagai serigala yang kanibal setidaknya pada 2 pria, 2 wanita hamil, dan 13 kanak-kanak, dan inses dengan adik perempuannya.

Hukuman yang diterimanya luar biasa. Setelah dicabik-cabik dengan penjepit, dilindas roda, dipancung, akhirnya tubuh tanpa kepala itu dibakar. Hukuman bakar hidup-hidup juga diberlakukan untuk gundik dan anak perempuannya.

Di Prancis dan Jerman, manusia serigala biasanya memang dibakar atau digantung. Seperti yang terjadi terhadap lebih dari 200 laki-laki dan perempuan Pirenea (antara Prancis dan Spanyol) di seputar abad XVI, karena diduga manusia serigala.

Menurut Elton B. McNeil dalam The Psychoses (1970), demam berburu manusia serigala bisa disamakan dengan perburuan terhadap penyihir. Secara kejiwaan mereka yakin, orang akan diberkati bila mampu menangkap pelayan atau sekutu iblis.

Tak heran, saat itu di Prancis banyak ditemukan manusia serigala kagetan. Dalam satu periode – antara 1520 – 1630 – di Prancis tercatat 30.000 kasus manusia serigala.

Ada beberapa patokan untuk menentukan apakah seekor serigala jadi-jadian atau tidak. Konon, manusia serigala akan mempertahankan suara dan mata manusianya. Sedangkan menurut suku Indian, yang berubah jadi serigala hanya bagian kepala, tangan, dan kaki.

Dalam ujud manusia, ada beberapa ciri khas yang membedakannya dengan manusia biasa. Dua ujung alisnya saling bertemu di tengah, jari-jari tangannya yang panjang agak kemerahan, dengan jari tengah yang sangat panjang. Selain telinganya agak ke bawah dan sedikit ke belakang, tangan dan kakinya cenderung berbulu lebat.

Rasa takut terhadap manusia serigala lebih mudah dipahami dengan mengetahui alasan takut terhadap serigala. Sebelum abad XX di Eropa dan Asia Utara, serigala dianggap binatang paling cerdik yang berbahaya bagi manusia dan ternak. Apalagi bila serigala itu gila. Cukup sekali gigit korbannya bisa tewas mengerikan. Sampai-sampai ada institusi pemerintah Prancis yang khusus mengontrol serigala, paling tidak sejak pemerintahan Charlemagne (768 – 814), hingga abad ini.

Di Eropa pada abad pertengahan, serigala terkadang digantung bersebelahan dengan pelaku kejahatan di tiang gantungan, sebagai simbol ditaklukkannya kejahatan. Serigala pernah jadi masalah serius Irlandia abad XVII, sehingga sepotong kepala serigala sama nilai hadiahnya dengan kepala pemberontak.




Hanya halusinasi


Ada pendapat, manusia serigala timbul akibat halusinasi. Antara lain, pengaruh racun ergot yang dihasilkan oleh jamur Claviceps purpurea pada gandum. Ergot mengandung bahan serupa materi mentah untuk membuat LSD.

Halusinasi akibat ergot banyak terjadi di Eropa pada abad pertengahan. Itu tak lain karena masyarakat kebanyakan hanya bisa mengkonsumsi biji gandum yang terkontaminasi, sementara gandum bersih disimpan hanya untuk bangsawan. Maka, tanpa pengalaman atau ilmu sihir, bila memakan biji-bijian itu orang bisa merasa jadi katak atau serigala.




Satu kisah tragis terjadi tahun 1951 di Pont St Esprit di Rhone Valley, dengan korban keracunan ergot +300 orang. Lima orang mati, sedangkan kebanyakan cacat seumur hidup. Mereka yang cacat mengaku, telah mengalami halusinasi mengerikan. Ada pria yang merasa seolah-olah otaknya dilahap segerombolan ular merah. Ada pula yang sanggup membebaskan diri dari jaket pengikat orang gila sampai 7x, rontok giginya karena menggigit putus tali pengikat dari kulit yang membelenggunya, dan mampu membengkokkan dua batang teralis besi di jendela rumah sakit! Alasannya, pria itu merasa dikejar-kejar harimau.

Pendapat lain menduga manusia serigala adalah akibat persepsi keliru terhadap penyakit keturunan congenital porphyria. Menurut dr. Lee Illis dari Guy Hospital, London, pengidapnya amat tak tahan terhadap cahaya (karena itu mereka hanya bisa keluar malam hari), giginya berwarna merah atau coklat kemerahan, dan menunjukkan gejala gangguan jiwa (dari histeris ringan hingga depresi maniak). Borok lambat laun mengubah bentuk tangan mereka menjadi serupa cakar.

Namun, pendapat ini disanggah cendekiawan Almotarus, yang menjelaskan manusia serigala dalam bentuk manusia memiliki ciri khusus berupa mata cekung dan kering, serta kulit pucat. Selain itu luka pada kulit penderita jauh berbeda dengan kulit serigala.


SUMBER
»»  READMORE...

Jumat, 14 Desember 2012

Durhaka, Anak Biarkan Ibu Tinggal di Kandang Babi



Chen Shoutian, pria di Guanyun County, Provinsi Jiangsu, menjadi bulan-bulanan di media sosial China lantaran dia tega membiarkan ibunya tinggal di kandang babi. Padahal, ibunya itu sangat renta, usianya sudah 100 tahun.  Diberitakan Telegraph  pekan, komentar pedas terhadap Chen bermula dari sebuah tayangan di televisi lokal. Dalam tayangan itu, disebutkan bahwa ibunya yang tidak disebutkan namanya itu telah tinggal dua tahun bersama-sama babi-babi.


Ibu malang yang lahir pada masa runtuhnya Dinasti Qing ini menggunakan tumpukan jerami sebagai tempat tidurnya. Ibu delapan anak itu mengaku senang dan kerasan tinggal di kandang babi yang bau dan dikerumuni lalat. "Dia memang ingin tinggal di sini karena katanya nyaman," kata Chen berdalih. Kepada stasiun televisi lokal tersebut, Chen mengatakan tidak ada ruangan lagi di rumah dia. Padahal, ada enam kamar di dalam rumahnya. "Saya sebenarnya tidak keberatan dia tinggal di sini," kata Chen.

Tindakan Chen yang membiarkan ibunya tinggal di kandang babi ini menuai kecaman di media sosial Weibo. Banyak yang mengatakan bahwa ini adalah bentuk durhaka anak terhadap orang tua. Banyak juga yang menggambarkan bahwa inilah realita saat ini, pemuda tidak lagi peduli pada orangtua. "Apakah yang mengaku 'manusia' tega melakukan hal ini? Harusnya dia bisa merasakan hari-hari bahagia setelah 100 tahun bekerja keras," kata seorang pengguna Weibo.

Seorang kerabat Chen yang berkunjung ke kandang babi itu mengaku tidak kuat. "Sangat bau, bau sekali sampai saya tidak masuk," kada Liu Zhanbing, cucu ibu tersebut. Gu Yuqing, putri nenek malang ini mengaku sudah mencoba meyakinkan ibundanya untuk hengkang dari kandang babi tersebut. Namun, dia sulit meyakinkannya karena ibunya mengaku kerasan.
"Banyak lalat dan nyamuk di musim panas dan ibu saya tinggal di situ. Sangat menyakitkan hati saya. Dia sangat tua, dan tinggal dengan babi! Bagaimana kami tidak sedih?" kata Gu.
Sumber : Vivanews
»»  READMORE...

Pesepakbola Bernomor Punggung 9 Terbaik


Para pemain yang dahulu identik dengan nomor punggung 9 itu, yang biasanya berperan sebagai ujung tombak di barisan terdepan dan tugas utamanya hanya satu, yakni mencetak gol, kini hampir tidak ada lagi.


Sekarang, ruang gerak para striker lebih luas. Mereka menjelajah semua sektor dan lini serta berinteraksi dengan para gelandang untuk menciptakan peluang bagi rekan-rekannya.


Bahkan, zaman sekarang, pemilik nomor 9 tidak selalu seorang striker.

Berikut ini striker-striker pemilik nomor punggung 9 paling mematikan yang telah menghiasi sejarah panjang persepakbolaan dunia.

6.Andy Cole 

'Goal King Cole' adalah orang pertama dalam daftar ini.

Andy Cole mencetak gol di mana pun dia bermain. Periode terbaiknya bisa dibilang saat masih berkostum Newcastle dan Manchester United.
Bgi tim yang memainkan sepakbola atraktif serta menyerang dan butuh ujung tombak brilian di lini depannya, Cole adalah pilihan paling tepat.
Sepanjang kariernya di Premier League, Cole mengoleksi total 187 gol. Pencapaian yang luar biasa.
Dia juga salah satu pemain tersukses dalam sejarah persepakbolaan Inggris, memenangi setiap trofi tingkat klub yang ada.
Sederhananya, Cole dan gol adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan.

5.Robbie Fowler


Di Anfield, Robbie Fowler diperlakukan layaknya seorang Dewa.
Jika bukan karena cedera, eks bintang Liverpool itu bisa saja menjadi pencetak gol terbaik dalam sejarah sepakbola Inggris.
Dengan kaki kiri mematikan sebagai senjata terkuatnya, dia mencetak total 183 gol untuk Liverpool, dan 128 di antaranya adalah gol liga.
Sejak hijrah dari the Reds ke Leeds pada 2001, karier Fowler diwarnai sederet cedera dan dia tak pernah bisa kembali ke performa terbaiknya.
Dalam tujuh tahun terakhirnya bermain di Inggris, dia hanya mencetak 46 gol tambahan.
Sangat disayangkan untuk seorang pemain yang memiliki talenta luar biasa sepertinya.

4. Alan Shearer


Nilai transfer Alan Shearer ke Newcastle pada 1996 yang sebesar 15 juta Poundsterling merupakan rekor dunia waktu itu.
Setelah penampilan hebat di Euro 1996 dan empat tahun gemilang bersama Blackburn, Shearer menyeberang ke utara, ke Newcastle kota kelahirannya, dan menghabiskan karier di sana.
Shearer sudah lama pensiun, tapi dia masih memegang rekor sebagai top scorer abadi Premier League hingga sekarang. Koleksi total 260 golnya sangat susah ditaklukkan. Satu-satunya pemain aktif di Premier League yang menguntitnya adalah Frank Lampard, tapi torehan golnya jauh di bawah Shearer, 'hanya' 153.
Seperti Robbie Fowler di Liverpool, Shearer juga dipuja bak pahlawan di Newcastle, bahkan hingga sekarang.
Dan, dia memang layak mendapatkannya.

3.Filippo Inzaghi


Tidak ada gelar yang lewat dari genggaman Filippo Inzaghi selama kariernya.
Dia bermain di negaranya, Italia, sepanjang karier profesionalnya dan memenangi semua gelar domestik yang ada begitu pula trofi Liga Champions serta Piala Dunia.
Inzaghi adalah pemain tersubur kedua dalam sejarah Liga Champions dan pemegang rekor hat-trick terbanyak di Serie A (10).
Inzaghi memang tidak dibekali speed mengagumkan, tapi dia punya apa yang paling dibutuhkan oleh seorang nomor 9 sejati, yakni naluri mencetak gol. Dia selalu tahu posisi gawang dan bagaimana menyelesaikan peluang, baik dengan cara yang indah maupun biasa-biasa saja.
Super Pippo adalah predator, dan torehan golnya, terutama di level Eropa, merupakan bukti yang tak terbantahkan.

2.Gabriel Batistuta


Dia dijuluki 'Batigol' bukan tanpa alasan.
Gabriel Batistuta adalah salah satu striker paling komplet yang pernah ada. Power, tendangan keras, sundulan akurat, insting gol papan atas hingga kemampuan mengeksekusi free kick terangkum jadi satu dalam dirinya.
Batistuta meraih Scudetto kala memperkuat AS Roma setelah sebelumnya melegenda bersama Fiorentina.
Dia adalah pemegang rekor top scorer Fiorentina dan timnas Argentina. Dia juga menempati peringkat 10 dalam daftar top scorer sepanjang masa Serie A.
Publik Fiorentina begitu memuja Batistuta sampai mereka membuatkan patung dirinya.

1.Ronaldo


Ini Ronaldo, legenda Brasil yang memegang rekor gol terbanyak Piala Dunia serta satu dari sedikit pemain yang pernah memperkuat dua kubu dengan rivalitas panjang di Spanyol (Barcelona & Real Madrid) dan Italia (AC Milan & Inter Milan).

Dia sanggup mencetak gol di mana pun dan kapan pun. Itu merupakan sesuatu yang tidak bisa dipelajari atau ditiru.

Di akhir kariernya, Ronaldo memang kerap dihantam cedera. Namun insting dan kemampuannya di depan gawang tak terbantahkan.


Talenta fenomenal serta pencetak gol yang luar biasa, dan pastinya salah satu pemilik nomor punggung 9 terbaik sepanjang sejarah sepakbola.




Sumber : Google (lupa sumbernya dari mana)
»»  READMORE...

Kamis, 13 Desember 2012

8 Tips dalam mengerjakan ujian



Ujian merupakan sesuatu yang pasti kita hadapi dalam menempuh pendidikan.  Soal-soal ujian  ada yang mudah bahkan ada yang sangat sulit untuk dikerjakan. Untuk itu kita harus mempersiapkan diri kita dalam menghadapi ujian. 

Nah kebetulan saya punya tips untuk mengerjakan ujian, tips ini pasti membuat anda tidak lulus bahkan langsung dikeluarkan dari ruang Test. 
1.  Tenangkan Pikiran dengan Games Tetris

2.Jangan membawa masalah pribadi dalam ujian

3. Namanya juga manusia.. salah sedikit bolehkan tapi kita harus selalu optimis dan jangan putus asa 

4. Kreavitas tidak mengenal tempat dan waktu

5. Jangan menggambar binatang pada saat Ujian

6. Jangan menggambar wajah Pengawas Ujian ( Jangan membuat pengawas marah)

7. Jangan Bermain game PACMAN pada saat Ujian


8. Matematika memang sulit, tapi jangan membuat kesulitan itu tambah menyulitkan  kita,, RILEKS AJA


just kidding, hanya untuk hiburan


sumber gambar: http://zc-secret.blogspot.com/2012/11/jawaban-jawaban-konyol-saat-ujian.html#ixzz2EvBarvKM
»»  READMORE...

7 kalimat yang disukai Allah



Pertama adalah
kalimat “Bismillah”, yang haruslah kita ucapkan pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.

Kedua, kalimat “Alhamdulillah”
yang diucapkan pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.

Ketiga, kalimat “Astaghfirullah” yang diucapkan jika lidah terselip perkataan yang tidak patut atau ada tindakan kita yang tidak pantas.

Keempat, kalimat “Insya Allah”, yang kita ucapkan jika merencanakan untuk berbuat sesuatu.

Kelima, kalimat ”La haula wala kuwwata illa billah”, yang diucapkan jika menghadapi  sesutu yang tidak disukai maupun tidak diingini.

Keenam, kalimat “Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun”, yang diucapkan jika menghadapi dan menerima musibah.

Ketujuh, kalimat “La ilaha illa Allah ” yang diucapkan sepanjang siang dan malam, hingga tak terpisahkan dari lidah kita Sahabat, Semoga catatan kecil ini, Bisa menjadi pembelajaran buat
kita.


#zilzaal.blogspot.com


»»  READMORE...