Jumat, 01 Februari 2013

Inilah Jersey Bola Terbaik Sepanjang Masa


Kali ini saya akan memposting artikel tentang jersey bola terbaik sepanjang masa (versi saya). Saya mendapatkan image ini dari sebuah fp sepakbola, mungkin jersey ini memang pantas dinobatkan sebagai jersey sepakbola terbaik sepanjang masa sa sa sa sa sa.
Dan jawabanya adalah....?

^
^
^
^
^
^
^
^
^
^
^
^
^
^
^
^
^
^
^
^
^
^
^
^
^
^
^
^
^
^
^
^


Maaf bos saya mancunian,,, bagi yang tidak setuju monggo di share jersey terbaik menurut kalian.

http://bangkit96.blogspot.com/
»»  READMORE...

Keajaiban Bahasa Semut



Profesor Robert Hickling sudah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk meneliti serangga dan merekam getaran-getaran bunyi yang mereka lepaskan. Namun, bahan-bahan yang diperoleh tidak bisa dinyatakan hingga ia mampu merekam bunyi-bunyi yang berasal dari semut. Ia bermaksud meneliti semut di sarangnya. Mereka tidak menemukan metoda yang lebih baik daripada mengikuti bunyi-bunyi semut.
Bagaimanapun, hal yang mengejutkan ilmuwan itu adalah bahwa frekwensi bunyi-bunyi yang 

dilepaskan semut-semut itu bervariasi dari satu semut dengan semut lain, dan dari jenis semut yang satu dengan jenis semut yang lain. Ada dua belas ribu spesis dalam dunia semut di muka bumi, melebihi ras manusia. Di hadapan jumlah yang luar biasa ini para peneliti bingung mengenai bagaimana mereka mencocokkan semua bunyi tersebut.


Beraneka bunyi semut bisa direkam dengan sukses, dan bagian-bagian dari riset ini diterbitkan di majalan Journal of Sound and Vibration tahun 2006, dan itu adalah pertama kali manusia dapat mendengar suara semut yang sebenarnya!

Peneliti ini menerbitkan banyak riset dan yang paling penting adalah tentang komunikasi antar semut dengan judul ‘Analisis Komunikasi Akustik Oleh Semut’ di Journal of Acoustical Society of Amarican Magazine.
Peneliti-peneliti ini menunjukkan bahwa semut-semut melebihi kita dalam komunikasi akustik. Para ilmuwan mengharapkan bahwa semut menggunakan antena-antena untuk mengirim dan menerima getaran suara. Semut memperkuat isyarat-isyarat suara yang diterima seperti yang alat-alat penerima yang canggih.
Lebih dari itu, semut-semut itu bisa menghilangkan bunyi-bunyi yang melebihi batas, sehingga hal tersebut menjadi filtrasi atau klarifikasi terhadap bunyi untuk mencirikannya dari yang lain. Ini merupakan sistem komunikasi yang sangat maju, yang selama ini tidak dikenal para ilmuwan, dan mereka baru menemukannya beberapa tahun yang lalu. Namun al-Qur’an al-Karim telah menyinggung hal tersebut dan mengatakan kepada kita bahwa semut-semut itu berbicara.

Allah berfirman, ‘Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut, ‘Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.’ (an-Naml: 18)

Di dalam ayat ini, ada suatu bukti yang jelas bahwa semut-semut mempunyai suatu bahasa untuk memahami satu sama lain, dan Allah mengaruniai Sulaiman kemampuan untuk mendengar dan memahami suara-suara mereka. Para ilmuwan berusaha untuk menangkap isyarat-isyarat akustik yang diucapkan semut-semut. Namun, mereka membedakan empat macam bunyi setelah melakukan pengamatan selama bertahun-tahun.

Semut menggunakan sinyal akustik tertentu yang dilepaskanya saat marah. Seekor semut memberi peringatan, lalu ia mengeluarkan panggilan yang bisa diterima, dipahami, dan direspon kawannya dengan segera. 
Para ilmuwan menyatakan bahwa semut-semut itu seperti kita, mereka melaksanakan tugas-tugas mereka secara efisien. Sambil kerja, semut-semut berbicara satu sama lain dan berkata seperti manusia. Kita menemukan bahwa semut-semut mengorganisir proses pengumpulan makanan dan tugas-tugas lain melalui bunyi-bunyi tertentu dan berbagai perintah yang dilepaskannya, sementara semut-semut lain mendengar dan merespon!

Ketika semut menyerang seekor ulat, maka ia mengeluarkan suara yang menakutkan. Suara-suara tersebut benar-benar tidak bisa dipahami, dan mereka melakukan pertemuan seperti manusia. Phil De Vries menemukan bahwa serangga melepaskan getaran-getaran suara lemah yang dapat dibedakan oleh semut. Kumbang penghisap mengeluarkan zat yang mengandung gula yang disukai semut. Serangga ini mengeluarkan getaran selama ia bekerja, sehingga semut sering kali terjebak sebagai mangsanya. Getaran-getaran akustik itu merupakan alat komunikasi di antara serangga.

Allah berfirman, ‘Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.’ (al-Isra’: 44)

Robert Hickling, salah seorang peneliti terkemuka mengatakan, ‘Semut-semut tidak bereaksi terhadap suara manusi dan tidak terpengaruh olehnya. Tetapi jika kita mengarahkan kepadanya getaran-getaran yang sesuai, maka semut terpengaruh olehnya dan meresponnya. Ini berarti bahwa semut-semut mempunyai bahasa sendiri dan mereka sepenuhnya seperti manusia. Di sini kita ingat akan firman Allah, ‘Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.’ (an-Naml: 38)

Karenanya kita menyadari bahwa al-Qur’an al-Karim itu sejalan dengan ilmu pengetahuan modern.
(zilzaal.blogspot.com)

»»  READMORE...

4 Kisah Renungan Hidup



Seorang guru sedang duduk bersama dengan murid-muridnya. Dia mengemukakan beberapa bertanyaan kepada murid-muridnya.

1. Apa yang tidak mungkin dilakukan manusia?

Murid-murid bingung, tidak tahu jawabannya. Sang guru kemudian menjawab: Semua hal di dunia ini mungkin terjadi, kecuali satu hal, kembali ke masa lalu. Waktu tidak bisa diputar ulang dan manusia tidak akan bisa kembali ke masa lalunya.

2. Apa yang paling besar di dunia ini?

Sang murid-murid dengan cepat menjawab, “Gunung!! Gunung yang paling besar didunia ini.”

Sang guru menjawab, “Benar, tetapi yang paling benar adalah nafsu.”

Nafsulah yang paling besar di dunia ini. Banyak contoh terjadi karena mengandalkan hawa nafsunya saja maka orang tua bisa membunuh anak dan keluarganya sendiri, terjadi banyak pemerkosaan anak dibawah umur bahkan yang masih duduk di bangku TK, nafsu dendam dan sebagainya.

3. Apa yang paling mudah dilakukan oleh manusia?

Sang murid menjawab, “Bernafas, Marah!”

Sang Guru menjawab, “Benar, tapi yang paling benar adalah meninggalkan iman.” Manusia mudah sekali meninggalkan imannya. Mungkin karena penderitaan, kemalasan atau harta dan beribu alasan lain bisa menyebabkan manusia dengan mudah meninggalkan imannya, meninggalkan ibadatnya.

4. Apa yang paling tajam di dunia ini?

Murid-murid menjawab, “Pedang! Tombak!”

Sang Guru menjawab, “Benar, tapi yang paling benar adalah lidah.”

Lidah manusialah yang paling tajam di dunia ini, hanya karena tajamnya lidah maka terjadi fitnah, pembunuhan dan penderitaan. Bayangkan lidah yang panjangnya mungkin cuma 10 cm bisa menghancurkan semuanya karena ketajamannya.


#sumber : fp Sudahkah Anda Tahu?
»»  READMORE...

Kesamaan Timnas Indonesia dan Belanda



 
Tentu kita tidak akan pernah lupa bagaimana masa penjajahan Belanda di tanah Indonesia selama 350 tahun. Kita pun sudah pernah mengenyam pendidikan ilmu sejarah sejak duduk di bangku sekolah, bagaimana keperkasaan Belanda yang memecah belah rakyat indonesia dengan politik devide et impera nya berhasil menguasai Indonesia beserta sumber daya alamnya. keberadaan bangsa Holland selama 3 setengah abad di tanah pertiwi juga menghasilkan pernikahan campur antar ras dan etnis yang jauh berbeda, barat dengan timur. 

Walaupun sudah sangat lama dan jauh namun ternyata ada hal-hal dari Indonesia yang tidak dapat dipisahkan dari Belanda, beberapa hal dalam sepakbola yang mungkin tidak disadari oleh banyak orang, hal itu adalah gelar negara runner up nya sepakbola.

Tercatat selama 4 kali final di ajang resmi FIFA, Belanda hanya menjuarai 1 kali gelar juara UEFA Euro 1988. Belanda menjadi runner up Piala Dunia 2 kali berturut-turut pada tahun 1974 dan 1978, dan tentu yang masih segar dalam ingatan kita ketika mereka kalah dari Spanyol 0-1 di final pada tahun 2010 di Afrika Selatan. Sejak awal turnament 4 tahunan itu, mereka tampil luar biasa dan belum terkalahkan hingga kalah dari Spanyol di partai puncak, ironisnya kekalahan itu merupakan yang pertama dan terakhir pada Piala Dunia 2010. Sebaliknya Spanyol mengawali laga dengan kekalahan memalukan dari Swiss 0-1 namun pada akhirnya justru merekalah yang akhirnya menjadi juara dunia untuk pertama kalinya, padahal seharusnya Belanda yang lebih berpengalaman ketika berada di partai final diprediksi akan menjuarai turnament tersebut, namun hasil berkata lain.


Tim Nasional Indonesia pun memiliki prestasi yang tidak berbeda jauh dengan Tim Nasional Belanda. Prestasi Timnas Indonesia lebih baik dalam raihan gelar regional. Sejak tampil pada Piala Dunia 1938 dengan nama Hindia-Belanda, Indonesia baru meraih 2 kali medali emas pada ajang Sea Games tahun 1987 dan tahun 1991, namun sayangnya gelar juara tersebut bukanlah ajang resmi yang diselenggarakan oleh FIFA.


Kembali ke tahun 2010, ketika Belanda gagal menjuarai Piala Dunia karena kalah untuk pertama dan terakhir oleh Spanyol yang sempat kalah di awal ajang, justru Spanyol berhasil menjadi juara dunia untuk pertama kalinya. Indonesia pun mengalami nasib yang sama, Timnas Indonesia yang sudah tampil luar biasa pada ajang Piala AFF dari awal turnament, malah gagal di partai final karena ditaklukan oleh Malaysia, yang sebelumnya sempat mereka hancurkan 5-1 pada babak penyisihan, dengan demikian Malaysia lah berhasil menjuarai Piala AFF untuk kali pertama.


Giovanni van Bronckhorst, Robin van Persie, Nigel de Jong, Johny Heitinga, Demy de Zeeuw, dan Gregory van der Wiel berbagi nasib dengan pemain keturunan Belanda-Indonesia lainnya yang bergabung dalam Timnas Indonesia. Mulai dari naturalisasi Irfan Bachdim yang bersinar di Piala AFF 2010 hingga Diego Michiels benteng U-23 di Sea Games 2011, nyatanya Indonesia masih menjadi tim runner up secara beruntun dalam 2 tahun terakhir.


Tampaknya mental runner up ala Belanda telah tertular ke sepakbola Indonesia, mungkin ini diakibatkan karena efek penjajahan yang terlalu lama. Bahkan para jajaran dan para petinggi PSSI pun berfilosofi layaknya devide et impera, persis seperti gejolak sosial yang sedang dialami oleh rakyat Indonesia.


Kompetisi persepakbolaan tanah air terpecah menjadi 2 yakni Indonesian Premier League dan Indonesian Super League, bahkan otoritas PSSI pun kehilangan wibawanya sehingga bisa ditandingi oleh organisasi karbitan macam KPSI. Entah apakah ada unsur yang mendasari untuk menomorsatukan kepentingan kelompok atau memang adanya mental devide et impera yang sudah lama tertanam dalam alam bawah sadar rakyat Indonesia. Mulai dari tingkat golongan masyarakat yang paling tinggi sampai golongan masyarakat yang paling rendah cenderung sangat mudah konflik dan terpecah belah hingga situasinya menjadi seperti ini. Tentu kita tidak akan pernah lupa bagaimana masa penjajahan Belanda di tanah Indonesia selama 350 tahun. Kita pun sudah pernah mengenyam pendidikan ilmu sejarah sejak duduk di bangku sekolah, bagaimana keperkasaan Belanda yang memecah belah rakyat indonesia dengan politik devide et impera nya berhasil menguasai Indonesia beserta sumber daya alamnya. keberadaan bangsa Holland selama 3 setengah abad di tanah pertiwi juga menghasilkan pernikahan campur antar ras dan etnis yang jauh berbeda, barat dengan timur. 

Walaupun sudah sangat lama dan jauh namun ternyata ada hal-hal dari Indonesia yang tidak dapat dipisahkan dari Belanda, beberapa hal dalam sepakbola yang mungkin tidak disadari oleh banyak orang, hal itu adalah gelar negara runner up nya sepakbola.

Tercatat selama 4 kali final di ajang resmi FIFA, Belanda hanya menjuarai 1 kali gelar juara UEFA Euro 1988. Belanda menjadi runner up Piala Dunia 2 kali berturut-turut pada tahun 1974 dan 1978, dan tentu yang masih segar dalam ingatan kita ketika mereka kalah dari Spanyol 0-1 di final pada tahun 2010 di Afrika Selatan. Sejak awal turnament 4 tahunan itu, mereka tampil luar biasa dan belum terkalahkan hingga kalah dari Spanyol di partai puncak, ironisnya kekalahan itu merupakan yang pertama dan terakhir pada Piala Dunia 2010. Sebaliknya Spanyol mengawali laga dengan kekalahan memalukan dari Swiss 0-1 namun pada akhirnya justru merekalah yang akhirnya menjadi juara dunia untuk pertama kalinya, padahal seharusnya Belanda yang lebih berpengalaman ketika berada di partai final diprediksi akan menjuarai turnament tersebut, namun hasil berkata lain.


Tim Nasional Indonesia pun memiliki prestasi yang tidak berbeda jauh dengan Tim Nasional Belanda. Prestasi Timnas Indonesia lebih baik dalam raihan gelar regional. Sejak tampil pada Piala Dunia 1938 dengan nama Hindia-Belanda, Indonesia baru meraih 2 kali medali emas pada ajang Sea Games tahun 1987 dan tahun 1991, namun sayangnya gelar juara tersebut bukanlah ajang resmi yang diselenggarakan oleh FIFA.


Kembali ke tahun 2010, ketika Belanda gagal menjuarai Piala Dunia karena kalah untuk pertama dan terakhir oleh Spanyol yang sempat kalah di awal ajang, justru Spanyol berhasil menjadi juara dunia untuk pertama kalinya. Indonesia pun mengalami nasib yang sama, Timnas Indonesia yang sudah tampil luar biasa pada ajang Piala AFF dari awal turnament, malah gagal di partai final karena ditaklukan oleh Malaysia, yang sebelumnya sempat mereka hancurkan 5-1 pada babak penyisihan, dengan demikian Malaysia lah berhasil menjuarai Piala AFF untuk kali pertama.


Giovanni van Bronckhorst, Robin van Persie, Nigel de Jong, Johny Heitinga, Demy de Zeeuw, dan Gregory van der Wiel berbagi nasib dengan pemain keturunan Belanda-Indonesia lainnya yang bergabung dalam Timnas Indonesia. Mulai dari naturalisasi Irfan Bachdim yang bersinar di Piala AFF 2010 hingga Diego Michiels benteng U-23 di Sea Games 2011, nyatanya Indonesia masih menjadi tim runner up secara beruntun dalam 2 tahun terakhir.


Tampaknya mental runner up ala Belanda telah tertular ke sepakbola Indonesia, mungkin ini diakibatkan karena efek penjajahan yang terlalu lama. Bahkan para jajaran dan para petinggi PSSI pun berfilosofi layaknya devide et impera, persis seperti gejolak sosial yang sedang dialami oleh rakyat Indonesia.


Kompetisi persepakbolaan tanah air terpecah menjadi 2 yakni Indonesian Premier League dan Indonesian Super League, bahkan otoritas PSSI pun kehilangan wibawanya sehingga bisa ditandingi oleh organisasi karbitan macam KPSI. Entah apakah ada unsur yang mendasari untuk menomorsatukan kepentingan kelompok atau memang adanya mental devide et impera yang sudah lama tertanam dalam alam bawah sadar rakyat Indonesia. Mulai dari tingkat golongan masyarakat yang paling tinggi sampai golongan masyarakat yang paling rendah cenderung sangat mudah konflik dan terpecah belah hingga situasinya menjadi seperti ini. 

sumber : lupa sumbernya, yang pasti dari google

»»  READMORE...

5 Kisah "Aneh Tapi Nyata" di Sepakbola

Banyak kisah lucu dan aneh yang terjadi dalam sepakbola. Namun, ada beberapa kisah yang benar-benar menggelitik kita. Berikut ini lima kisah aneh tapi nyata di dunia sepakbola yang bisa menggelitik perut Anda seperti dilansir dariSoccerLens.

1. Dilarang TertawaGonzalo Fierro (Chile/kiri) berebut bola dengan Chris Killen (Selandia Baru)
pemain timnas chile


Insiden itu dialami timnas Chile U-20 saat mengikuti sebuah turnamen junior di Uruguay pada 2002. Ketika itu Federasi Sepakbola Chile (FFC) menjatuhkan denda kepada seluruh pemain timnas U-20 karena tertawa. Ketika itu seluruh pemain Chile U-20 tertawa saat makan malam bersama. Di saat bersamaan, sang pelatih mencoba memberi pengarahan. Sang pelatih ternyata menilai para pemainnya tidak menanggapinya dengan serius.

"Kami sedang makan, dan salah satu pemain menceritakan kisah lucu. Kami semua tertawa dengan keras, tapi pelatih tidak senang dan menyuruh kami meninggalkan meja makan. Kemudian kami dijatuhi denda. Mungkin mereka ingin kami bersikap seperti sedang di pemakaman," ujar gelandang Luis Jara kepada Las Ultimas Noticias.


2. "Sayang! Aku Sibuk!"


Sebuah pelatih di Inggris, Dave Nicholls, pernah diusir wasit dalam sebuah pertandingan dengan cara yang konyol pada 2005. Saat memimpin timnya dari pinggir lapangan, tiba-tiba telepon selularnya berbunyi. Ternyata, sang istri yang menelepon. Kesal konsentrasinya terganggu, Nicholls pun teriak-teriak kepada sang istri dari pinggir lapangan. Karena dianggap mengganggu jalannya pertandingan, wasit pun mengusir Nicholls.

3. Super Mario Marahi Kepala Sekolah


Pada 2011, ada seorang bocah fans Manchester City mendatangi markas latihan Carrington dan meminta tanda tangan Mario Balotelli. Striker asal Italia kemudian bertanya kepada sang bocah kenapa tidak masuk sekolah. Sang bocah mengatakan malas masuk sekolah karena sering di-bully teman sekelasnya. Balotelli pun langsung menjemput ibu sang bocah dan mendatangi sekolah. Striker AC Milan itu kemudian masuk ke ruang kepala sekolah dan menuntut agar sang bocah lebih diperhatikan.

4. Curi Dudukan Toilet

Bek Liverpool, Glen Johnson, pernah membuat kontroversi pada 2006. Ketika dipinjamkan Chelsea ke Portsmouth, Johnson pernah ditangkap polisi karena mencuri dudukan toilet di toko B&Q Home. Dudukan toilet itu seharga £50 (setara Rp753 ribu). Padahal ketika itu gaji Johnson sebesar £30 ribu (setara Rp452 juta) per minggu. Bek timnas Inggris itu kemudian dijatuhi denda £80 (setara Rp1,2 juta).

5. Pingsan di Lapangan

Pada semifinal Piala Dunia 1930 antara Argentina melawan Amerika Serikat terjadi insiden lucu. Saat pertengahan babak kedua, salah satu pelatih AS, Jock Coll, berlari menghampiri wasit John Langenus karena tidak puas dengan keputusannya. Coll kemudian membanting tas yang dibawanya. Sial bagi Coll, tas tersebut berisikan sebuah botol chloroform. Coll pun pingsan di lapangan karena menghirup chloroform tersebut. [vivabola]
»»  READMORE...

4 Kisah Pesepakbola Paling SIal

Keberuntungan memiliki peranan penting dalam sepakbola. Namun, tidak semua pesepakbola dan pelatih yang didekati Dewi Fortuna. Berikut ini 4 kisah tersial yang pernah terjadi di dunia sepakbola seperti dikutip dari Bleacher Report:

1. Owen Hargreaves
Kalau ada pemain yang paling sial karena cedera, Owen Hargreaves adalah orangnya. Sempat bersinar di Jerman bersama Bayern Munich, Hargreaves kemudian harus lebih banyak berkutat dengan cedera selama bermain di Premier League.

Gelandang 32 tahun itu mengalami rusak otot paha, otot betis, patah kaki dan beberapa kali operasi di kedua lutut. Bersama Manchester United, Hargreaves hanya bermain 27 kali selama empat musim. Sedangkan di Manchester City (2011/2012), mantan pemain timnas Inggris itu hanya tampil satu kali. Hebatnya, Hargreaves tidak pernah menyerah. Musim lalu, pemain berambut ikal itu sempat menjalani tes bersama QPR, meskipun gagal.

2. Michael Ballack
Ballack merupakan salah satu legenda Jerman. Sayang, mantan pemain Chelsea, Bayern Munich dan Bayer Leverkusen itu lebih dikenal sebagai salah satu pesepakbola yang tidak beruntung dalam hal gelar. Bersama timnas Jerman, Ballack hanya menjadi runner-up Piala Dunia 2002, peringkat tiga Piala Konfederasi 2005, peringkat tiga Piala Dunia 2006 dan runner-up Piala Eropa 2008.

Di pentas Liga Champions, Ballack dua kali menjadi runner-up, 2002 bersama Leverkusen dan 2008 bersama 
Chelsea. Di liga domestik, pemain yang pensiun pada 2012 itu empat kali menjadi runner-up Bundesliga (2000, 2002, 2004 dan 2011). Di Premier League, Ballack dua kali menjadi runner-up pada 2007 dan 2008. Di pentas DFB Pokal, Ballack pernah sekali menjadi runner-up pada 2002, sedangkan di Piala Liga runner-up 2008.

3. Leroy Rosenior
Siapa pelatih paling sial? Orang itu adalah Leroy Rosenior. Mantan striker West Ham dan Fulham itu hingga kini masih tercatat sebagai manajer dengan masa kepemimpinan terpendek di sepakbola Inggris. Kisah itu terjadi pada 17 Mei 2007, ketika Rosenior ditunjuk sebagai manajer klub League Two (Divisi 3 Inggris), Torquay United. Setelah menandatangani kontrak, Rosenior kemudian menggelar jumpa pers pada 15.30 hingga 15.40 waktu setempat.

Usai jumpa pers, Rosenior diberitahu presiden klub bahwa Torquay sudah dijual kepada konsorsium lokal. Rosenior kemudian mengetahui bahwa konsorsium itu sudah menunjuk Paul Buckle sebagai manajer. Dengan demikian, Rosenior hanya menjadi pelatih Torquay selama 10 menit.

"Awalnya saya terkejut. Tapi, kemudian saya menertawai peristiwa tersebut," ujar Rosenior.

4. Andres Escobar
Escobar pantas disebut pesepakbola paling tidak beruntung sekaligus tragis. Bek timnas Kolombia itu tewas ditembak pada 2 Juli 1994. Kasus penembakan Escobar diyakini karena gol bunuh diri yang dilakukan mantan pemain Atlético Nacional itu ketika Kolombia melawan Amerika Serikat di Piala Dunia 1994, 10 hari sebelum penembakan.

Pelaku penembakan adalah Humberto Castro Muñoz, yang merupakan anggota kartel narkoba di Kolombia. Munoz juga pernah bekerja untuk dua pemimpin kartel, Pedro David dan Juan Santiago Gallon Henao, yang diyakini kalah besar dalam taruhan laga Kolombia melawan Amerika Serikat. [vivabola]
»»  READMORE...

6 Pesepakbola dengan Pekerjaan Sampingan Unik

Tidak sedikit pesepakbola yang memiliki pekerjaan sampingan di luar lapangan hijau. Ada yang biasa-biasa saja, dan sebagian ada yang unik serta menarik. Siapa sajakah mereka?

Berikut 6 pesepakbola dengan pekerjaan sampingan yang unik seperti dilansir Bleacher Report:

1. Gheorghe Popescu (Mata-mata)
Pernah menjadi kapten Barcelona dan bermain untuk Tottenham Hotspurs, PSV Eindhoven serta Galatasaray. Namun, siapa sangka Popescu pernah menjadi mata-mata di awal karier sepakbolanya.
Ya, Popescu pernah menjadi mata-mata badan intelejen Rumania, Securitate, ketika masih memperkuat Universitatea Craiova. Tugas Popescu waktu itu adalah menyuplai informasi apakah ada pesepakbola yang menjadi pembelot negara.
Universitatea Craiova merupakan tim sepakbola bentukan tentara nasional Rumania. Pada 1988, Popescu dipinjamkan Craiova ke Steaua Bucuresti. Ketika itu sejumlah pemain Steaua dirumorkan terlibat pemberontakan.

2. Morten Gamst Pedersen (Anggota Boy Band)
Pedersen merupakan salah satu gelandang elegan yang pernah dimiliki timnas Norwegia. Tapi, tahukah Anda kegiatan Pedersen di luar lapangan? Pemain Blackburn Rovers itu ternyata frontman boy band asal Norwegia, The Players. Pedersen membentuk The Players bersama sejumlah pesepakbola lainnya, Freddy dos Santos, Raymond Kvisvik, Kristofer Hæstad dan Oyvind Svenning, pada 2006.

Lucunya, satu-satunya single yang dikeluarkan The Players adalah lagu berjudul "This Is For Real". Lagu tersebut menjadi hits di sejumlah negara Skandinavia. Semua uang hasil penjualan lagu tersebut didonasikan ke Palang Merah Internasional.

3. Ray Wilson (Ahli Kubur)


Wilson merupakan bek kiri yang mengantarkan Inggris menjuarai Piala Dunia 1966. Setelah pensiun pada 1971, Wilson sempat menangani Bradford City sejenak. Di tahun yang sama, mantan pelatih Everton itu langsung memulai bisnis jasa penguburan mayat, pekerjaan yang digelutinya sebelum menjadi pesepakbola profesional. Bahkan, perusahaan jasa penguburan mayat Wilson di Huddersfield meraih sukses. Wilson pensiun di bidang itu pada 1997.

4. Steve Savidan (Tukang Sampah)
Pada 13 November 2008, Savidan membuat sensasi di sepakbola Prancis. Ya, striker yang ketika itu memperkuat Caen ini dipanggil pelatih Raymond Domenech untuk menghadapi Uruguay di laga persahabatan. Savidan yang saat itu berusia 30, main di babak kedua. Laga melawan Uruguay menjadi satu-satunya caps Savidan bersama Les Blues.

Savidan mengaku bangga dengan pencapaiannya tersebut. Pasalnya, empat tahun sebelumnya Savidan pernah bekerja sebagai tukang sampah ketika bermain untuk klub Divisi 6 Liga Prancis, Angoulême CFC.

"Saya lahir di waktu yang sama. Saya dari generasi yang sama dengan Thierry Henry dan Nicolas Anelka. Ketika itu, Anda harus punya tinggi di atas 180cm untuk bisa dipilih, sedangkan saya di bawahnya," ujar Savidan.

5. Vinnie Jones (Aktor)
Jones memiliki karier yang cukup berimbang di dunia sepakbola dan film. Mantan gelandang timnas Wales itu memiliki pengalaman segudang di Premier League ketika memperkuat Chelsea dan Wimbledon. Jones juga meraih gelar Piala FA 1988.
Sedangkan di dunia hiburan, Jones bukan aktor sembarangan. Jones pernah membintangi film Hollywood seperti Snatch, Gone in 60 Seconds, Swordfish, X-Men: The Last Stand, Kill The Irishman, hingga Madagascar 3: Europe's Most Wanted.

6. Socrates (Dokter)
Socrates merupakan salah satu legenda sepakbola Brasil. Di luar lapangan, pemain yang wafat pada 4 Desember 2011 itu meraih pencapaian yang jarang dilakukan pesepakbola.
Ya, mantan pemain Fiorentina itu merupakan dokter lulusan Faculdade de Medicina de Ribeirão Preto. Hebatnya, Socrates meraih gelar dokter saat masih aktif bermain sepakbola. Setelah pensiun, Socrates membuka praktek di Rumah Sakit Ribeirão Preto. [vivabola]
»»  READMORE...